HomeHEADLINEKontrak Baru WIKA Tembus Rp8,69 Triliun, Naik 65,6 Persen

Kontrak Baru WIKA Tembus Rp8,69 Triliun, Naik 65,6 Persen

Jakarta, 23 September 2026 – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp8,69 triliun hingga Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 65,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp5,25 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari sejumlah proyek di sektor infrastruktur, bangunan gedung, industri penunjang konstruksi, energi dan industrial plant, properti, hingga investasi.

Hingga Agustus 2026, sektor infrastruktur dan gedung menjadi penyumbang terbesar kontrak baru WIKA dengan nilai Rp3,17 triliun atau sekitar 36,5 persen dari total kontrak baru.

Selanjutnya, sektor industri penunjang konstruksi menyumbang Rp2,97 triliun atau 34,2 persen, kemudian sektor energi dan industrial plant sebesar Rp2,12 triliun atau 24,4 persen. Sementara itu, sektor properti menyumbang Rp266,74 miliar atau 3,1 persen dan investasi sebesar Rp165,70 miliar atau 1,9 persen.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan WIKA adalah Penanganan Longsoran Slope 9–10 dan Perbaikan Alinyemen KM 177–KM 178 Jalan Tol Cisumdawu dengan nilai kontrak Rp294,54 miliar.

Proyek yang diperoleh WIKA pada Juli 2026 tersebut ditujukan untuk penanganan jangka panjang terhadap pergerakan tanah di ruas Tol Cisumdawu, khususnya pada area KM 177 Bojongtotor hingga KM 178 Mulyasari.

Dalam proyek tersebut, WIKA mengerjakan pemasangan pondasi dalam atau bore pile di 132 titik, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama pada ruas KM 177–KM 178.

Per 21 September 2026, progres penanganan telah mencapai 33,61 persen. Pekerjaan bore pile ditargetkan selesai pada Desember 2026, sedangkan keseluruhan pekerjaan ditargetkan rampung pada 3 Maret 2027.

Sejumlah tahapan juga telah diselesaikan, mulai dari perkuatan pondasi, perataan tanah, hingga pemasangan angkur tanah untuk menahan pergerakan lereng. Saat ini pekerjaan berfokus pada perkuatan pondasi tambahan di Slope 9, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama.

Dalam pelaksanaannya, WIKA melibatkan sekitar 253 tenaga kerja dengan penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan berlangsung di lapangan.

Dari sisi metode, WIKA menerapkan pondasi dengan pelapis baja permanen yang diperkuat khusus agar tetap kokoh ketika dipasang di area rawan pergerakan tanah. Metode tersebut digunakan untuk memastikan struktur penahan dapat terpasang dengan aman sesuai kedalaman yang direncanakan.

Setelah rampung, pekerjaan tersebut akan mengembalikan kondisi badan jalan Tol Cisumdawu pada ruas KM 177+090–177+400. Penanganan ini juga ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.

Ngatemin juga mengatakan pertumbuhan kontrak baru hingga Agustus 2026 menunjukkan transformasi yang dijalankan perseroan semakin memperkuat daya saing sekaligus kepercayaan pemberi kerja terhadap WIKA.

“Pertumbuhan kontrak baru ini merupakan hasil dari strategi selektif yang kami jalankan secara konsisten, dengan memprioritaskan proyek berskema monthly payment dan bernilai tambah tinggi,” tuturnya dalam keterangan resmi,

Melalui penanganan longsoran, sambung Ngatemin, rekonstruksi mainroad, dan perbaikan aliran air di KM 177 Bojongtotor, WIKA berharap proyek ini menjadi solusi yang tuntas sehingga masyarakat sekitar dan pengguna Tol Cisumdawu dapat merasa aman dan nyaman.

“WIKA berkomitmen menyelesaikan setiap pekerjaan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya,” ujar Ngatemin.

Ke depan, WIKA akan melanjutkan transformasi bisnis melalui peningkatan kualitas portofolio proyek, pengelolaan risiko yang lebih disiplin, serta penerapan tata kelola yang baik untuk mendorong pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Karir
BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER