HomeHEADLINEWondr by BNI Kantongi Transaksi Rp958 Triliun, Pengguna Capai 15,1 Juta

Wondr by BNI Kantongi Transaksi Rp958 Triliun, Pengguna Capai 15,1 Juta

Jakarta, 9 September 2026 – Wondr by BNI mencatat nilai transaksi mencapai Rp958 triliun hingga semester I-2026, dengan jumlah pengguna mencapai 15,1 juta.

Nilai transaksi tersebut berasal dari 1,1 miliar transaksi yang dilakukan melalui platform digital PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial nasabah ritel.

Pertumbuhan penggunaan Wondr by BNI menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat ekosistem digital, baik untuk meningkatkan kemudahan layanan maupun membuka peluang pertumbuhan bisnis perseroan.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, inovasi digital BNI terus dikembangkan untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah dan relevan sekaligus memperkuat ekosistem bisnis perseroan.

“Kami terus mengembangkan inovasi digital bukan hanya untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah dan relevan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem bisnis BNI,” katanya dalam acara Public Expose BNI, Rabu (9/9/2026).

Paolo mengatakan penguatan layanan digital BNI tidak hanya menyasar segmen ritel melalui wondr by BNI. Pada segmen wholesale, BNI mengembangkan BNIdirect sebagai platform perbankan terintegrasi bagi nasabah korporasi.

Hingga semester I-2026, sambung Paolo, BNIdirect telah memiliki 279,7 ribu pengguna dan mencatat 789 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp6.039 triliun.

“Pertumbuhan transaksi di wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah, baik individu maupun korporasi. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi BNI untuk memperluas engagement dengan nasabah dan menghadirkan lebih banyak solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Paolo.

Untuk menopang pertumbuhan aktivitas digital tersebut, BNI juga memperkuat infrastruktur dan jaringan transaksinya. BNI memiliki 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, serta lebih dari 1,042 juta merchant dan QRIS per Semester I-2026.

Selain itu, BNI juga mengembangkan Open API ecosystem yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 partner melalui 283 layanan API. Konektivitas tersebut memungkinkan BNI memperluas titik interaksi dengan nasabah dan menghubungkan berbagai kebutuhan finansial dalam satu jaringan layanan.

Menurut Paolo, pengembangan kapabilitas digital juga menjadi bagian dari strategi BNI untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

“Ke depan, kami akan terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi enabler, tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI,” tutur Paolo.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER