HomeKINERJADemi Pertumbuhan Berkelanjutan, Brantas Abipraya Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Demi Pertumbuhan Berkelanjutan, Brantas Abipraya Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Jakarta, 14 September 2026 – PT Brantas Abipraya (Persero) terus memperkuat penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut kembali mendapat pengakuan melalui ajang TOP GRC Awards 2026. Brantas Abipraya meraih empat penghargaan yang mencerminkan penerapan GRC di tingkat perusahaan maupun jajaran pimpinan dan Dewan Komisaris.

Empat penghargaan tersebut terdiri atas TOP GRC Awards 2026 #5 Star untuk PT Brantas Abipraya (Persero), The Most Committed GRC Leader 2026 untuk Direktur Utama Agung Fajawanto, The High Performing Finance & Risk Management Director on GRC 2026 untuk Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Suradi, serta The High Performing Boards of Commissioners on GRC 2026 untuk Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya (Persero).

Pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi Brantas Abipraya dalam menerapkan GRC melalui penguatan sistem dan infrastruktur GRC serta implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, dan kepatuhan sebagai bagian dari proses bisnis perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan bahwa penguatan GRC merupakan bagian penting dalam memastikan setiap proses bisnis berjalan dengan tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang terukur, serta kepatuhan yang konsisten.

“Empat penghargaan ini menjadi apresiasi atas penerapan GRC di Brantas Abipraya sekaligus pengingat untuk terus melakukan penguatan. Bagi kami, GRC bukan sekadar memenuhi aspek compliance, tetapi menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang terukur, mengelola risiko, dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Dian, ditulis Senin (14/9/2026).

Menurut Dian, penerapan GRC yang efektif tidak cukup hanya ditempatkan sebagai fungsi pengawasan dan pelaporan. GRC perlu menjadi bagian yang terintegrasi dengan proses bisnis sehingga dapat memberikan perspektif dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan.

Integrasi antara tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan proses bisnis menjadi penting untuk memastikan keputusan perusahaan dilakukan secara prudent sekaligus mampu merespons berbagai dinamika dan peluang bisnis.

“GRC harus hadir dalam proses bisnis sejak awal. Dengan tata kelola yang kuat, pengelolaan risiko yang terukur, dan kepatuhan yang konsisten, kami ingin memastikan setiap keputusan bisnis tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai dan menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan,” jelas Dian.

Penguatan GRC di Brantas Abipraya juga tidak terlepas dari peran aktif jajaran pimpinan perusahaan. Pengakuan terhadap Direktur Utama sebagai The Most Committed GRC Leader 2026, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, serta Dewan Komisaris menunjukkan pentingnya keterlibatan pimpinan dalam membangun budaya tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan.

Keterlibatan pimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tone from the top, sehingga penerapan GRC tidak berhenti pada kebijakan dan prosedur, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas perusahaan.

Bagi Brantas Abipraya, GRC juga berperan dalam memastikan pertumbuhan bisnis tetap berjalan dengan pengelolaan risiko yang baik serta berada dalam koridor tata kelola dan kepatuhan. Dengan pendekatan tersebut, GRC tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kontrol, tetapi juga menjadi bagian dari proses strategis dalam menentukan arah dan kualitas keputusan bisnis.

Dian menambahkan bahwa pengakuan yang diterima perusahaan bukan merupakan titik akhir, melainkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kematangan penerapan GRC di lingkungan Brantas Abipraya.

“Kami melihat penghargaan ini sebagai bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan maturity GRC Brantas Abipraya. Ke depan, kami akan terus mendorong agar GRC semakin terintegrasi dengan strategi dan proses bisnis, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaan nilai perusahaan,” tambahnya.

TOP GRC Awards 2026 mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Tema tersebut menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi perusahaan, tata kelola, pengambilan keputusan, manajemen risiko, kepatuhan, proses bisnis, budaya organisasi, serta pemanfaatan data dan teknologi.

Sejalan dengan arah tersebut, Brantas Abipraya terus mendorong penerapan GRC yang semakin terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Penguatan tersebut diharapkan mampu mendukung perusahaan dalam menghadapi dinamika industri konstruksi sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui penerapan GRC yang konsisten, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, dan memastikan kepatuhan menjadi bagian dari budaya perusahaan. Dengan demikian, GRC tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban, tetapi menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, menciptakan nilai, dan mendukung kontribusi terhadap pembangunan perekonomian nasional,” tutup Dian.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER