Jakarta, 14 September 2026 – Wisatawan asal Malaysia menjadi pasar warga negara asing terbesar bagi Kereta Cepat Whoosh. Sejak Whoosh beroperasi hingga Agustus 2026, KCIC mencatat sebanyak 403.626 penumpang asal Malaysia telah menggunakan layanan kereta cepat tersebut.
Jumlah tersebut mencapai 42,8 persen dari total 944.087 penumpang warga negara asing yang menggunakan Kereta Cepat Whoosh sejak layanan beroperasi pada Oktober 2023.
Tren tersebut masih berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari hingga Agustus, KCIC melayani 105.095 penumpang asal Malaysia atau sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang warga negara asing pada periode yang sama.
Minat wisatawan Malaysia juga terlihat dari penjualan tiket pada awal September 2026. Sebanyak 2.300 tiket dibeli wisatawan Malaysia, dengan rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tingginya minat wisatawan Malaysia menunjukkan Whoosh telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka selama berada di Indonesia.
“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta–Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).
Untuk memperkuat pasar tersebut, KCIC membuka peluang kolaborasi dengan biro perjalanan di Malaysia serta biro perjalanan di Jakarta dan Bandung. Kerja sama diarahkan untuk menghadirkan paket wisata yang mengintegrasikan perjalanan menggunakan Whoosh dengan destinasi wisata, akomodasi, dan layanan pendukung lainnya.
KCIC juga melakukan promosi langsung di Malaysia melalui keikutsertaan dalam MATTA Fair di Kuala Lumpur dan pelaksanaan sales mission di Penang. Dalam kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, cara pembelian tiket, konektivitas Jakarta–Bandung, serta peluang pengembangan paket perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.
Berdasarkan interaksi tim KCIC selama kegiatan di Malaysia, wisatawan yang tertarik menggunakan Whoosh didominasi solo traveler, keluarga, dan kelompok kecil. Sebagian lainnya memilih perjalanan menggunakan paket wisata.
“Mereka pada umumnya menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, atau sebaliknya, dalam perjalanan sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam,” ujar Eva.
Di Bandung, sambung Eva, wisatawan Malaysia banyak memilih wisata kuliner, sedangkan di Jakarta mereka menikmati wisata urban dan berbelanja. Sejumlah wisatawan juga mengunjungi destinasi alam di Jawa Barat, seperti Lembang dan Ciwidey.
Bagi sebagian wisatawan, Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan ketika berkunjung ke Indonesia.
“Banyak wisatawan Malaysia mengetahui Whoosh melalui TikTok dan berbagai sosial media sosial lainnya. Mereka menilai harga perjalanan menggunakan Whoosh kompetitif, serta memberikan apresiasi terhadap kenyamanan, keramahan, serta kesigapan petugas di stasiun maupun di dalam kereta,” ucap Eva.
Sementara itu, sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show karena mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan penerbangan dan kondisi lalu lintas dari bandara.
KCIC terus memperkuat edukasi mengenai pembelian tiket dan mendorong wisatawan merencanakan perjalanan melalui kanal resmi, mulai dari aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
“KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Kereta cepat Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tutup Eva.


