Jakarta, 6 Oktober 2026 — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan proses pengalihan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dari BUMN ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus bergulir.
Rencana skema peralihan utang tersebut semula ditargetkan berlaku efektif pada pertengahan September 2026. Meski belum membeberkan detail teknis mekanisme pengalihan, manajemen Danantara menegaskan tahapan pengerjaannya tengah berproses.
“Sudah berjalan, sedang berjalan, sedang berjalan, berjalan,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (6/10/2026).
Di sisi lain, perubahan pejabat Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dipastikan tidak menghambat restrukturisasi kewajiban finansial proyek moda transportasi modern tersebut. Rosan menjamin transisi pimpinan di bendahara negara tidak mengganggu skema program lintas kementerian yang sedang berjalan.
Guna mematangkan skema pengalihan dan agenda strategis lainnya, Danantara telah menjadwalkan koordinasi teknis bersama jajaran pimpinan baru Kemenkeu pekan ini.
“Saya rasa tidak akan masalah karena pergantian, tadi sempat bicara dengan Pak Suahasil, semua program-program yang masih berjalan atau outstanding kita akan segera duduk bareng,” ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
“Kita sudah janji akan bertemu hari minggu ini, hari Kamis atau Jumat ini untuk menindaklanjuti beberapa hal yang tentunya berhubungan baik di Danantara maupun juga dan dengan Kementerian Investasi,” sambungnya.





