Jakarta, 14 September 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BRIS) atau BSI melakukan sosialisasi terkait digitalisasi transaksi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.
Setiap harinya, ada sekitar 5.000 pedagang yang menggerakkan aktivitas perdagangan di pasar yang berlokasi di pusat Yogyakarta tersebut.
Sosialisasi dilakukan BSI untuk mendorong pedagang pasar dan pelaku UMKM semakin adaptif, produktif, dan kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen.
“Beringharjo adalah ikon utama Yogyakarta. Jika Beringharjo bergerak, ekosistem ekonomi di sekitarnya ikut bergerak. Karena itu, kami ingin mengajak pedagang Beringharjo terus bertumbuh di era ekonomi digital,” ujar SEVP Digital Banking BSI, M. Misbahul Munir dikutip dari keterangan resmi, Senin (14/9/2026).
Sosialisasi dilakukan seiringan dengan Soft Launching BYOND Merchant by BSI. Melalui aplikasi itu, pedagang mendapatkan solusi digital untuk membantu mengelola transaksi usaha secara lebih mudah, cepat, aman, dan efisien dalam satu genggaman. Layanan ini diperkuat dengan ekosistem solusi merchant BSI, mulai dari QRIS BSI, Soundbox, hingga EDC.
Aplikasi BYOND Merchant by BSI juga telah tersedia untuk diunduh melalui Google Play Store, sehingga pelaku usaha dapat mengakses solusi transaksi secara lebih praktis sesuai kebutuhan bisnisnya.
Munir mengatakan, perubahan cara masyarakat bertransaksi tidak dapat dihindari. Wisatawan maupun masyarakat lokal kini semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.
“Perilaku pembeli terutama cara membayarnya berubah. Pedagangnya juga harus siap berubah. Jangan sampai wisatawan datang ke Beringharjo dengan smartphone di tangan, tetapi pedagang belum memiliki pilihan pembayaran digital yang mudah dan praktis,” tutur Munir.
Bagi BSI, kehadiran di Beringharjo bukan sekadar memperkenalkan solusi baru. Lebih jauh, langkah tersebut merupakan upaya untuk membawa digitalisasi lebih dekat kepada pelaku usaha dan membangun ekosistem keuangan yang dapat menemani perjalanan bisnis mereka dari transaksi harian hingga pengembangan usaha.
“Pedagang tidak hanya membutuhkan alat untuk menerima pembayaran. Mereka membutuhkan partner yang bisa menemani perjalanan bisnisnya. Mulai dari transaksi, mengelola keuangan, mendapatkan pembiayaan, sampai menyiapkan masa depan. Inilah yang ingin kami bangun di Beringharjo,” kata Munir.
BSI juga mengedukasi pedagang bahwa mengenai solusi Ekosistem Pasar bahwa transaksi dapat menjadi pintu masuk menuju ekosistem finansial yang lebih luas termasuk keberlangsungan usaha jangka panjang.
Ekosistem tersebut diperkuat dengan berbagai produk dan layanan finansial syariah, antara lain Tabungan Bisnis, Pembiayaan Mikro, Tabungan Haji, Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas.
Sebagai informasi, hingga Agustus 2026, BSI telah melayani lebih dari 604 ribu merchant QRIS terdaftar di seluruh Indonesia, tumbuh 17 persen secara year on year (yoy). Sementara jumlah merchant aktif tumbuh 106 persen secara tahunan (yoy), dengan total transaksi mencapai lebih dari 90 juta transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp5,7 triliun.
Khusus di Yogyakarta, BSI telah melayani lebih dari 23 ribu merchant QRIS. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi pelaku usaha di Yogyakarta untuk memanfaatkan kanal digital dalam memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.


