HomeHEADLINEKonsolidasi BUMN Karya Masih Dibahas, Bagaimana Nasib WTON?

Konsolidasi BUMN Karya Masih Dibahas, Bagaimana Nasib WTON?

Jakarta, 10 September 2026 – Danantara Indonesia masih merancang skema konsolidasi terhadap BUMN di sektor karya.

Konsolidasi itu akan melibatkan tujuh BUMN karya, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), danPT Nindya Karya (Persero).

Dalam prosesnya, anak usaha akan terdampak, karena ada skema merger, divestasi, hingga likuidasi.

Terkait hal itu, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) selaku anak usaha WIKA menyatakan pembahasan mengenai konsolidasi BUMN karya masih dibahas oleh pemegang saham.

“Jadi proses streamlining ini masih diproses dengan Danantara dan perusahaan kita, holding. Jadi prinsipnya kami adalah perusahaan tbk (terbuka). Saat ini masih menunggu kajian dan evaluasi dari Danantara dan holding kami,” kata Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WIKA dalam konferensi pers Public Expose (Pubex) Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Hingga saat ini, WTON belum mengantongi keputusan terkait posisi perusahaan setelah WIKA menyelesaikan konsolidasi dengan BUMN karya lainnya.

Namun, Syailendra memastikan WTON tetap menaati aturan yang berlaku sebagai perusahaan terbuka (tbk), dan menerapkan prinsip tata kelola perusaaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

“Kita menyikapinya sebagai perusahaan tbk adalah bagaimana ketika terjadi streamlining ini, jadi kita tetap ada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan GCG yang harus kita jalankan,” kata dia.

Sebagai informasi, pada semester I-2026, WTON membukukan laba bersih sebesar Rp4,74 miliar pada. Capaian itu menunjukkan pertumbuhan 9,14 persen secara year on year (yoy).

WTON berhasil mengantongi pendapatan usaha Rp1,48 triliun yang mendukung capaian laba tersebut. Efisiensi operasional juga dilakukan dengan implementasi sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP), serta divestasi aset nonproduktif.

Pendapatan usaha WTON masih ditopang oleh segmen produk putar yang menyumbang capaian 47,91 persen. Kemudian, segmen produk non-putar berkontribusi sebesar 34,44 persen, diikuti oleh segmen konstruksi sebesar 13,27 persen, dan segmen jasa sebesar 4,37 persen.

Di semester II-2026, perusahaan menyatakan komitmennya untuk fokus memperkuat penerapan tata kelola berkelanjutan dan efisiensi rantai pasok untuk memperkuat bisnis sebagai penyediaan material beton pracetak serta layanan konstruksi pada berbagai proyek infrastruktur nasional dan regional Asia.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER