HomePROYEKTak Cuma Jalan Tol, Jasa Marga Kembangkan Ekosistem dan Bisnis Prospektif

Tak Cuma Jalan Tol, Jasa Marga Kembangkan Ekosistem dan Bisnis Prospektif

Jakarta, 11 September 2026 – PT Jasa Marga Tbk menegaskan posisinya sebagai pemain utama industri jalan tol nasional dengan optimalisasi jaringan dan portofolio jalan tol, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Perusahaan berkode saham JSMR ini juga terus melakukan pengembangan ekosistem di sepanjang koridor jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, pengembangan tersebut diarahkan untuk membentuk new value pools dari aset dan koridor yang dimiliki.

Salah satu bentuk pengembangan ekosistem tersebut adalah transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) melalui Travoy Rest. Pengembangan rest area merupakan bagian dari upaya memperluas fungsi koridor jalan tol.

Selain mendukung kebutuhan perjalanan, keberadaan rest area dapat menjadi ruang bagi aktivitas ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan produk lokal.

Rivan melanjutkan, pihaknya juga mengembangkan sejumlah lini bisnis prospektif di luar bisnis utama seperti building management, advertising dan utilitas, serta pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dan Toll Corridor Development (TCD).

“Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkap Rivan dalam keterangannya dikutip, Jumat (11/9/2026).

Pengembangan ekosistem tersebut diperkuat melalui inovasi teknologi, antara lain melalui sistem Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang menjadi pusat integrasi pengelolaan informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time. Di saat yang sama, aplikasi Travoy merangkum seluruh kebutuhan perjalanan pengguna ke dalam satu platform digital praktis.

Memasuki Semester II-2026, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara akselerasi konektivitas infrastruktur dan ketahanan neraca keuangan. Melalui disiplin alokasi modal (CapEx discipline), stabilitas arus kas, serta pemanfaatan teknologi di setiap lini.

Seluruh langkah perusahaan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan tol dan masyarakat.

Sebagai informasi, Jasa Marga berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja positif pada Semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, tumbuh 7,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar.

Selain itu, salah satu kekuatan utama Jasa Marga terletak pada skala jaringan yang dimiliki. Hingga 30 Juni 2026, Jasa Marga memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 km dan telah mengoperasikan sekitar 1.294 km jalan tol yang merepresentasikan sekitar 42 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

“Ke depan, kami ingin memastikan setiap investasi dan pengembangan yang dilakukan Jasa Marga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER