HomeHEADLINEMelihat Transformasi KCI Setelah 18 Tahun Beroperasi

Melihat Transformasi KCI Setelah 18 Tahun Beroperasi

Jakarta, 15 September 2026 – PT KAI Commuter atau KCI memperingati usia ke-18 tahun. Operator KRL Commuter Line Jabodetabek itu terus mencatatkan pertumbuhan signifikan sebagai tulang punggung transportasi publik masa kini.

Pada 2010, KCI yang awalnya berdiri dengan nama PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) hanya melayani 127 penumpang per tahun.

Kemudian, pada 2025, jumlah penumpang tercatat melonjak menjadi 400 pengguna per tahun. Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi mengatakan KCI melayani rata-rata 1,4 juta pengguna setiap hari saat ini.

“Langkah ini juga menjadi tonggak penting yang menandai komitmen perusahaan untuk melayani masyarakat melalui cakupan wilayah yang lebih luas,” kata Purnomo dikutip dari keterangan resmi.

Di sisi lain, Purnomo juga menyampaikan bahwa saat ini layanan Commuter Line telah berekspansi jauh ke berbagai wilayah penyangga, melayani mobilitas masyarakat di Merak, Bandung Raya, Kutoarjo, Yogyakarta hingga Palur, dan Surabaya.

Ekspansi ini juga mencakup layanan Commuter Line Basoetta yang terintegrasi untuk menghubungkan pusat kota Jakarta langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Jangkauan jaringan KAI Commuter kini membentang melintasi 213 stasiun yang terbagi ke dalam lima wilayah operasional. Demi memastikan setiap perjalanan dapat dimulai dengan kesiapan sarana yang maksimal, operasional kereta didukung oleh lima depo utama serta sebelas PUKRL (Pos Urusan Kereta Listrik).

“Di fasilitas inilah seluruh sarana perkeretaapian diperiksa, dirawat, dan dipersiapkan secara ketat setiap harinya,” ucap Purnomo.

Dalam rangka HUT ke-18 ini, KCI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menerapkan penggunaan Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.

Dengan penggunaan RVM ini KAI Commuter berkomitmen untuk menindaklanjuti program keberlanjutan dalam mendukung pelestarian lingkungan. Terutama menjaga dari bahaya sampah kemasan botol plastik yang dihasilkan oleh pengguna selama menggunakan Commuter Line.

“Pengguna akan mendapatkan poin 100 untuk setiap botol plastik yang bisa ditukarkan dengan saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line,” ujar Purnomo.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER