HomeHampir 5 Dekade, Kereta Fajar dan Senja Utama Solo Layani Relasi Jakarta–Solo...

Hampir 5 Dekade, Kereta Fajar dan Senja Utama Solo Layani Relasi Jakarta–Solo Sejak 1978

BNI Andrea Bcelli

Jakarta, 28 September 2026 – Layanan kereta api Fajar dan Senja Utama Solo telah melayani perjalanan Jakarta–Surakarta sejak 1978. Layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut mengalami sejumlah perubahan, mulai dari kelas pelayanan, rangkaian kereta, jadwal perjalanan, hingga stasiun keberangkatan dan tujuan.

Adapun, Senja Utama Solo mulai beroperasi pada 14 Oktober 1978 dengan melayani relasi Solo Balapan–Gambir. Pada masa awal operasional, kereta tersebut menggunakan rangkaian kelas bisnis produksi Goša dari Yugoslavia.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan Fajar dan Senja Utama Solo mencerminkan perubahan layanan kereta api antarkota selama hampir lima dekade.

“Sejak Senja Utama Solo hadir pada 1978, beberapa generasi pelanggan telah tumbuh bersama layanan ini. Rangkaian, kelas pelayanan, dan fasilitasnya terus berubah, sementara nama Solo tetap menjadi bagian penting dari perjalanannya,” ungkap Anne dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Pada awal operasional, Senja Utama Solo melayani perjalanan malam dari Solo Balapan menuju Gambir melalui Yogyakarta, Purwokerto, dan Cirebon. Seiring perkembangannya, layanan pada koridor tersebut dikenal melalui dua nama, yakni Fajar Utama Solo untuk perjalanan pagi dari Jakarta menuju Solo dan Senja Utama Solo untuk perjalanan malam dari Solo menuju Jakarta.

Saat ini, kedua layanan tersebut melayani relasi Pasar Senen–Solo Balapan melalui Yogyakarta dan Purwokerto.

Catatan sejarah mengenai kedua layanan tersebut menunjukkan bahwa Senja Utama Solo diluncurkan lebih dahulu pada 14 Oktober 1978. Sementara itu, Fajar Utama Solo berkembang kemudian sebagai layanan perjalanan pagi pada koridor yang sama.

Memasuki dekade 1990-an, rangkaian Senja Utama Solo sempat menggunakan komposisi yang lebih beragam. Kereta tersebut tercatat pernah membawa kereta kelas eksekutif-A, eksekutif-B, serta couchette atau kereta tidur yang dilengkapi tempat tidur tetap.

Pada 25 November 1994, tarif layanan couchette tercatat sebesar Rp33.000. Setelah periode tersebut, rangkaian kembali menggunakan layanan kelas bisnis.

Perubahan juga terjadi pada asal sarana yang digunakan. Jika pada 1978 Senja Utama Solo menggunakan kereta produksi Goša dari Yugoslavia, modernisasi selanjutnya menggunakan rangkaian produksi dalam negeri.

Pada 2016, layanan eksekutif kembali menjadi bagian dari Fajar dan Senja Utama Solo. Selanjutnya, mulai 21 Mei 2018, layanan tersebut menggunakan rangkaian berbahan baja nirkarat produksi PT INKA dengan kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Perubahan jadwal kembali terjadi setelah Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 berlaku pada 1 Desember 2019. Keberangkatan dari Jakarta dijadwalkan pada pagi hari, sedangkan perjalanan dari Solo berlangsung pada malam hari.

Penamaan layanan kemudian disesuaikan dengan waktu perjalanan. Fajar Utama Solo digunakan untuk perjalanan menuju Solo, sedangkan Senja Utama Solo digunakan untuk perjalanan menuju Jakarta.

Modernisasi terbaru berlangsung pada 31 Januari 2025. Fajar dan Senja Utama Solo mulai menggunakan rangkaian campuran kelas eksekutif dan ekonomi generasi terbaru berbahan baja nirkarat produksi PT INKA Madiun.

Perubahan sarana tersebut menunjukkan peralihan dari rangkaian produksi luar negeri yang digunakan pada awal operasional menuju kereta produksi dalam negeri.

Dari sisi jumlah pelanggan, permintaan terhadap Fajar Utama Solo juga tercatat meningkat. KAI mencatat sebanyak 148.669 pelanggan menggunakan layanan tersebut sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 7,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 138.102 pelanggan.

Jumlah pelanggan Fajar Utama Solo pada Januari 2026 tercatat 17.540 orang, Februari 14.036 orang, Maret 21.068 orang, April 18.049 orang, Mei 18.995 orang, Juni 20.335 orang, Juli 19.656 orang, dan Agustus 18.990 orang.

“Sejarah panjang Fajar dan Senja Utama Solo terus berlanjut melalui pelanggan yang masih memilih layanan ini hingga sekarang. KAI akan menjaga identitas historisnya sambil terus mengembangkan kualitas perjalanan sesuai kebutuhan pelanggan,” pungkas Anne.

Karir
BERITA TERKAIT
BNI Andrea Bcelli
- Advertisment -
Karir

POPULER