Jakarta, 28 September 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah armada baru untuk layanan angkutan penyeberangan perintis.
Armada baru itu adalah KMP Hafamati HF, yang akan melayani rute perintis, yakni Pulau Tello–Lasondre–Saeru–Lumbui Melayu, dengan total jarak lintasan sekitar 39 mil.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi pada bulan Oktober 2026.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba, Ellenor Piri mengatakan, bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan 3T, konektivitas memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar sarana perjalanan.
“Karena itu, kami ingin kehadiran KMP Hafamati nantinya benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah yang dilayani,” ujar Ellen dikutip Senin, (28/9/2026).
KMP Hafamati HF adalah kapal tipe Ro-Ro Passenger Boat Gross Tonnage (GT) 30, yang memiliki kapasitas hingga 40 penumpang, serta dapat mengangkut hingga 10 unit sepeda motor.
Dengan kecepatan dinas mencapai 10 knot, KMP Hafamati HF diharapkan dapat menjadi salah satu sarana transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat antarpulau di wilayah Nias Selatan.
Untuk periode layanan tahun 2026, pengoperasian KMP Hafamati HF direncanakan berlangsung selama 92 hari dengan rencana 80 trip pada masing-masing lintasan, yakni Pulau Tello–Lasondre, Lasondre–Saeru, dan Saeru–Lumbui Melayu.
Dengan demikian, kehadiran KMP Hafamati diharapkan tidak hanya memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah Nias Selatan yang memiliki karakter geografis kepulauan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Selatan, Damai Omega menyampaikan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menyambut baik persiapan pengoperasian KMP Hafamati.
“Kami berharap KMP Hafamati dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Konektivitas antarpulau merupakan kebutuhan penting bagi Nias Selatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang akses transportasinya sangat bergantung pada angkutan laut,” ujar Damai.
Pada 2027, KMP Hafamati HF disiapkan untuk melayani angkutan perintis selama 365 hari, dengan rencana 289 trip pada masing-masing lintasan.





