Jakarta, 9 September 2026 – Pemerintah melakukan rebranding terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan memperkenalkan nama baru, yakni Beras Kita.
Selain nama, kemasan beras subsidi tersebut juga diperbarui. Jika sebelumnya menggunakan warna kuning dan hijau, kemasan baru Beras Kita akan didominasi warna biru dan putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, dirinya menyetujui desain dan penggunaan warna biru pada kemasan baru Beras Kita. Menurut dia, warna tersebut memiliki makna tersendiri.
“Saya langsung setuju warnanya ini. Langsung setuju, bagus sekali warnanya, ya kan? Warna kemenangan ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, perubahan kemasan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Beras Kita dengan kemasan baru rencananya diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Peluncuran ini bertepatan dengan momentum memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini akan diluncurkan tanggal 20 Oktober mendatang,” kata Zulhas.
Adapun Beras SPHP yang berganti nama menjadi Beras Kita itu, merupakan beras kualitas medium yang berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP). Produk ini dikelola dan disalurkan oleh Perum Bulog untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras di pasar.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, penggunaan nama Beras Kita merupakan bagian dari upaya membangun identitas produk pangan pemerintah.
Penamaan tersebut mengikuti sejumlah produk pangan pemerintah lainnya yang menggunakan kata “Kita”, seperti MinyaKita dan Gula ManisKita.
Menurut Rizal, kata “Kita” merupakan singkatan dari Keluarga Indonesia Sejahtera. Dengan begitu, Beras Kita Medium berarti Beras Keluarga Indonesia Sejahtera Medium.
Meski berganti nama, istilah SPHP akan tetap dipertahankan pada kemasan sebagai penanda program pemerintah. Namun, keterangan SPHP akan ditempatkan dalam ukuran yang lebih kecil.
“Bahasa SPHP-nya juga masih ada di bawah, yaitu Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, tapi dibuat yang lebih kecil,” kata Rizal.


