HomeKORPORASIBNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

BNI Andrea Bcelli

Jakarta, 23 Oktober 2026 — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat fungsi intermediasi perbankan untuk mendukung aktivitas usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui penyaluran pembiayaan yang terukur ke sektor produktif dengan tetap menjaga kualitas aset, likuiditas, dan kecukupan permodalan.

Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui kebijakan suku bunga dan pelonggaran likuiditas perbankan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), BNI memiliki peran dalam mendukung kegiatan ekonomi melalui pembiayaan bagi dunia usaha dan sektor produktif.

“BNI terus mengoptimalkan fungsi intermediasi agar pembiayaan perbankan dapat mendukung kegiatan usaha dan investasi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja. Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas kredit dan ketahanan perusahaan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%, serta menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00%.

BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial, termasuk melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026. Kebijakan tersebut diharapkan memberikan ruang likuiditas yang lebih besar bagi perbankan untuk mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor riil.

Untuk bank umum konvensional, GWM diturunkan dari 9% menjadi 8% mulai 1 November 2026 dan menjadi 7% mulai 1 Desember 2026. Sementara bagi bank umum syariah dan unit usaha syariah, GWM diturunkan dari 7,5% menjadi 6,5% pada November 2026 dan menjadi 5,5% pada Desember 2026.

Menurut Okki, tambahan ruang likuiditas tersebut dapat mendukung kapasitas perbankan dalam menyalurkan pembiayaan, sepanjang tetap dibarengi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang memadai.

Sejalan dengan arah tersebut, BNI memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki prospek usaha sehat dan mampu mendorong peningkatan kapasitas bisnis, investasi, serta penyerapan tenaga kerja.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan sektor riil melalui penyaluran pembiayaan yang sehat dan terukur. Arah tersebut sejalan dengan transformasi BUMN yang mendorong penguatan daya saing, efisiensi, dan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan sektor riil dan perekonomian nasional.

Selain melalui pembiayaan, BNI juga mendukung aktivitas ekonomi melalui penguatan layanan transaksi. wondr by BNI melayani kebutuhan nasabah individu, sementara BNIdirect mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan nasabah korporasi serta pelaku usaha.

Okki menambahkan, penguatan intermediasi harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

“Melalui penyaluran kredit yang berkualitas dan sinergi dengan pemerintah, regulator, serta anggota HIMBARA, BNI akan terus mendukung pembiayaan sektor produktif dan agenda pembangunan nasional,” kata Okki.

Ke depan, BNI akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, likuiditas, dan permodalan agar fungsi intermediasi dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Karir
BERITA TERKAIT
BNI Andrea Bcelli
- Advertisment -
Karir

POPULER