Jakarta, 10 September 2026 – PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Program tersebut memberikan akses sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Insan Abipraya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi serta mitra Brantas Abipraya untuk meningkatkan kompetensi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya, Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi tidak semata-mata menjadi upaya memperoleh pengakuan formal, tetapi merupakan bagian dari investasi perusahaan dalam membangun kualitas Human Capital.
Antusiasme terhadap program ini pun sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi.
“Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” ujar Purnomo dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, perkembangan industri konstruksi yang dinamis menuntut perusahaan dan insan di dalamnya untuk terus meningkatkan kemampuan.
Perubahan teknologi, digitalisasi, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi membuat kompetensi menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan industri.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” ucapnya.

Sertifikasi MSDM ini membekali peserta dengan kompetensi yang relevan dengan pengelolaan sumber daya manusia, antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan SOP, remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, hingga pembelajaran dan pengembangan SDM
.
Purnomo menegaskan, penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan transformasi peran Human Capital yang kini tidak lagi terbatas pada fungsi administratif, tetapi berkembang sebagai strategic partner yang berperan memastikan kesiapan sumber daya, kompetensi, organisasi, dan sistem dalam mendukung arah strategis perusahaan.
“Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” jelasnya.
Pemberian sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta ini diharapkan bisa menghadirkan manfaat yang lebih luas. Sebab, pengembangan kompetensi tersebut tidak hanya memberikan nilai bagi individu, tetapi juga berpotensi memperkuat kualitas ekosistem yang mendukung industri konstruksi.
Langkah ini sekaligus memperkuat budaya learning dan continuous improvement di lingkungan Brantas Abipraya. Perusahaan mendorong semakin banyak insan memiliki kompetensi yang diakui, baik melalui pengembangan internal maupun sertifikasi profesional.
“Melalui program ini, Brantas Abipraya berharap peserta tidak menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai formalitas, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya,” pungkas Purnomo.


