Jakarta, 9 September 2026 – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, terus melakukan pengembangan infrastruktur untuk menjaga kinerja operasional dan finansial. Sejumlah proyek strategis dalam tahap konstruksi, dan terdapat proyek yang masih dalam tahap pengkajian.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan mengungkapkan, untuk memperkuat bisnis inti batubara, PTBA terus mengembangkan infrastruktur pertambangan dan logistik. Seperti proyek Tanjung Enim–Kramasan yang menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan kapasitas angkutan dan memperkuat sistem logistik serta distribusi batubara.
Hingga saat ini, progres proyek Tanjung Enim–Kramasan telah mencapai sekitar 93 persen. PTBA juga telah memperoleh komitmen pendanaan melalui Term Sheet dengan bank-bank Himbara untuk Senior Term Loan Facility hingga Rp3,56 triliun.
PTBA juga berkomitmen mempercepat realisasi proyek strategis pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batubara relasi Tanjung Enim–Kramasan. Pengembangan infrastruktur ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas angkutan dan pemuatan batubara serta mendukung efisiensi rantai pasok.
“Kami terus mempercepat pengembangan proyek Tanjung Enim-Kramasan serta fasilitas CHF dan TLS 6–7 agar sistem logistik batubara semakin terintegrasi dan mampu mendukung kebutuhan pelanggan secara optimal,” ungkap Bambang dalam keterangannya dikutip, Rabu (9/9/2026).
Dirinya melanjutkan, sejalan dengan transformasi bisnis, PTBA terus mendorong hilirisasi dan diversifikasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.
Pada bisnis hilirisasi, PTBA bersama mitra strategis terus mengeksplorasi pengembangan Dimethyl Ether (DME) dan Metanol, termasuk dari sisi teknologi, keekonomian, dan skema bisnis. Perseroan juga tengah mengembangkan Kalium Humat, produk berbasis hasil pengolahan batubara yang berpotensi mendukung sektor pertanian. Saat ini, pilot plant Kalium Humat memiliki kapasitas sekitar 171 ton per tahun, dengan target pengembangan hingga 10.000 ton per tahun.
“Kami melihat potensi yang luas dari sumber daya yang dimiliki PTBA untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk DME, Metanol, dan Kalium Humat,” pungkas Bambang.
Sebagai tambahan informasi, pada Semester I-2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun, meningkat 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Laba bersih Perseroan mencapai Rp2,65 triliun, tumbuh 218 persen yoy.
Sementara secara operasional, PTBA mencatat produksi batubara sebesar 19,45 juta ton dan penjualan sebesar 21,10 juta ton.


