Jakarta, 23 September 2026 — Danantara kembali membuka rencana pembentukan perusahaan baru di sektor tekstil. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan model pengembangan industri tekstil yang terintegrasi dalam satu kawasan, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan tekstil yang telah beroperasi.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pembentukan perusahaan baru tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi industri tekstil nasional. Perusahaan baru itu nantinya juga dapat bermitra dengan perusahaan tekstil eksisting.
“Kita akan bikin perusahaan baru memang, akan bikin perusahaan baru untuk, ya itu, bisa untuk mengembangkan di perusahaan-perusahaan yang sudah ada kita lihat dan kita bisa berpartner dengan existing perusahaan tekstil yang sudah ada,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (23/9/2026).
Rencana pembentukan BUMN tekstil ini sebelumnya telah bergulir sejak awal 2026. Namun, hingga kini realisasinya belum dilakukan. Danantara memastikan pembahasan terkait perusahaan baru tersebut masih berjalan.
Rosan mengatakan, Danantara melihat terdapat peluang pengembangan pada industri tekstil nasional, termasuk melalui perusahaan yang memiliki kemampuan mesin dan teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Kita terbuka gitu. Selama memang dari segi penciptaan lapangan pekerjaannya itu tinggi dan tetap masih karena kita adalah Danantara, kita tetap mengutamakan agar investasinya itu mempunyai return yang baik ya,” ujarnya.
Selain membentuk perusahaan baru, Danantara menyiapkan konsep pengembangan industri tekstil dalam satu kawasan terintegrasi. Model tersebut akan menjadi bagian dari inisiatif yang disiapkan Danantara untuk sektor tekstil.
“Tapi untuk yang terintegrasi, itu kita akan yang menginisiasi, yang terintegrasi di dalam satu kawasan,” kata dia.



