HomePROYEKPupuk Indonesia Jajaki Pengembangan Fasilitas Amonia-Urea di Rusia

Pupuk Indonesia Jajaki Pengembangan Fasilitas Amonia-Urea di Rusia

Jakarta, 10 September 2026 – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki peluang kerjasama strategis terkait pengembangan fasilitas produksi amonia dan urea berskala global di Rusia.

Penjajakan ini dilakukan saat pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada awal September kemarin (3/9/2026).

Di mana, Pemerintah dalam kesempatan tersebut turut membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, hingga investasi dan perkapalan.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut yakni penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok, Rusia.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya, (3/9/2026).

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ujar Rosan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengungkapkan, penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut, sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global.

Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ungkap Rahmad Pribadi.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER