Jakarta, 20 Oktober 2026 — Danantara Indonesia resmi menyelesaikan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare dan sebuah hotel di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi. Kawasan itu akan dikembangkan jadi Kampung Haji Indonesia.
Akuisisi lahan diselesaikan pada 18 Oktober 2026 ini senagai kelanjutan dari pengambilalihan hotel dengan kapasitas 1.461 kamar dan suite sejak Agustus 2026 lalu. Transaksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis antara Danantara Indonesia dan Thakher Development Company yang ditandatangani pada 14 Desember 2025.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang di sektor perhotelan Arab Saudi.
“Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” kata Rosan dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem haji dan umrah bertajuk Kompleks Bait Jemaah. Kawasan ini dirancang untuk menyediakan akomodasi sekaligus layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah.
Dalam rencana induk pengembangannya, lahan tersebut akan diintegrasikan dengan fasilitas perhotelan, area ritel, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Selain memperkuat investasi di Makkah, Danantara juga berencana memperluas kerja sama bilateral dengan Arab Saudi melalui penjajakan peluang investasi di Madinah dan sektor strategis lainnya.
“Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.
Ekspansi Bertahap
Pengembangan kawasan Kampung Haji Indonesia di Makkah akan dilaksanakan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi sekaligus memperkuat kehadiran Danantara Indonesia di Arab Saudi.
Dalam prosesnya, studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan yang diperlukan akan disiapkan serta diajukan sesuai dengan setiap tahapan pengembangan kawasan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan kombinasi aset yang telah beroperasi dan ketersediaan lahan pengembangan membuka peluang ekspansi jangka panjang seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah.
“Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah,” kata Pandu.





