Home Blog

PLN Hadir di KDKMP, Warga Desa Bisa Bayar Tagihan dan Beli Token Listrik

0

Jakarta, 20 Oktober 2026 – Masyarakat kini bisa membayar tagihan listrik dan membeli token listrik melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Layanan tersebut dibuka melalui kerja sama KDKMP dengan PT PLN (Persero).

Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy mengatakan PLN mendukung pengembangan KDKMP melalui kolaborasi yang memberikan manfaat bagi koperasi dan masyarakat.

Selain itu, Fahrur juga menyampaikan, PLN senantiasa mendorong perluasan layanan transaksi kelistrikan sebagai peluang bagi koperasi untuk mengembangkan aktivitas usahanya.

Fahrur menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dalam kunjungan ke sejumlah KDKMP di wilayah Bandung dan Bandung Barat pada 15 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau KDKMP Citaman di Nagreg, Bojongloa di Rancaekek, Cangkuang Wetan di Dayeuhkolot, serta Padalarang.

“Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui KDKMP, PLN all out mendukung kemandirian koperasi. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi KDKMP untuk menjadi mitra penyedia layanan transaksi kelistrikan bagi masyarakat,” ujar Fahrur Rozy dalam keterangan resmi, Selasa, (20/10/2026).

Fahrur mengatakan PLN membuka peluang kemitraan dengan KDKMP untuk menyediakan layanan transaksi kelistrikan melalui sistem Payment Point Online Bank (PPOB).

Melalui layanan tersebut, KDKMP dapat melayani pembayaran tagihan listrik maupun pembelian token listrik. Fasilitas ini juga dapat membantu warga yang belum terbiasa menggunakan kanal layanan digital.

​“Melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik, KDKMP dapat memperluas jenis layanan yang tersedia bagi warga sekaligus memperoleh peluang pendapatan tambahan. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto mengatakan KDKMP diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, sehingga masyarakat desa lebih mudah memperoleh barang yang dibutuhkan.

“KDKMP bukan toko retail. Ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pemerintah dan barang-barang bersubsidi. Ini adalah langkah awal, dan kami tentunya akan terus mengevaluasi agar lebih baik,” ujar Bima.

Bima juga mengapresiasi dukungan PLN melalui layanan transaksi kelistrikan berbasis PPOB di KDKMP. Kehadiran layanan ini memungkinkan warga mengakses layanan PLN lebih dekat sekaligus menambah jenis pelayanan yang tersedia di koperasi.

Senada, Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi mengapresiasi penambahan layanan transaksi kelistrikan di KDKMP yang semakin memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.

Menurut Asep, ketersediaan berbagai layanan dalam satu tempat dapat mempermudah warga mengakses kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian desa.

“Keberadaan KDKMP diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, baik dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun mengakses layanan kelistrikan. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga,” kata Asep.

Danantara Akuisisi 4,4 Hektare dan Hotel Buat Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi

0

Jakarta, 20 Oktober 2026 — Danantara Indonesia resmi menyelesaikan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare dan sebuah hotel di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi. Kawasan itu akan dikembangkan jadi Kampung Haji Indonesia.

Akuisisi lahan diselesaikan pada 18 Oktober 2026 ini senagai kelanjutan dari pengambilalihan hotel dengan kapasitas 1.461 kamar dan suite sejak Agustus 2026 lalu. Transaksi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis antara Danantara Indonesia dan Thakher Development Company yang ditandatangani pada 14 Desember 2025.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang di sektor perhotelan Arab Saudi.

“Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” kata Rosan dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Investasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem haji dan umrah bertajuk Kompleks Bait Jemaah. Kawasan ini dirancang untuk menyediakan akomodasi sekaligus layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah.

Dalam rencana induk pengembangannya, lahan tersebut akan diintegrasikan dengan fasilitas perhotelan, area ritel, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Selain memperkuat investasi di Makkah, Danantara juga berencana memperluas kerja sama bilateral dengan Arab Saudi melalui penjajakan peluang investasi di Madinah dan sektor strategis lainnya.

“Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.

Ekspansi Bertahap

Pengembangan kawasan Kampung Haji Indonesia di Makkah akan dilaksanakan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi sekaligus memperkuat kehadiran Danantara Indonesia di Arab Saudi.

Dalam prosesnya, studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan yang diperlukan akan disiapkan serta diajukan sesuai dengan setiap tahapan pengembangan kawasan.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan kombinasi aset yang telah beroperasi dan ketersediaan lahan pengembangan membuka peluang ekspansi jangka panjang seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah.

“Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah,” kata Pandu.

Danantara Mau Borong Saham BUMN Murah

0

Jakarta, 20 Oktober 2026 — Danantara Indonesia membuka peluang untuk membeli saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nilai saham BUMN jadi pertimbangan dalam upaya tersebut.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, penambahan investasi saham akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.

Analisis fundamental, teknikal, hingga persepsi pasar menjadi faktor yang diperhatikan sebelum Danantara menentukan saham yang menjadi target investasi.

“Kita melihat ini sebagai kesempatan untuk kita masuk secara bertahap,” ujar Rosan saat di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (20/10/2026).

Ia menilai sejumlah saham BUMN, termasuk saham di sektor perbankan, memiliki valuasi yang relatif murah. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah rasio price to book value (PBV) perbankan yang rata-rata berada di bawah satu.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang investasi saham. Terlebih, fundamental perbankan nasional dinilai tetap kuat dan sejumlah bank menawarkan imbal hasil dividen yang menarik bagi investor.

Misalnya, imbal hasil dividen atau dividend yield Bank Mandiri yang disebut berada di kisaran 16%, sedangkan BRI sekitar 13%. “Ya, kita masuk ke saham-saham yang tentunya sudah dianalisa baik secara fundamental. Kita lebih analisa secara fundamental, secara teknikal, secara persepsi pasar dan lain-lain,” kata Rosan.

Menurutnya, valuasi yang menarik perlu diimbangi dengan analisis menyeluruh agar keputusan investasi dapat dilakukan secara terukur. Dengan pendekatan tersebut, Danantara mempertimbangkan peluang menambah kepemilikan saham secara bertahap sesuai hasil analisis yang dilakukan.

“Kita masuk ke saham-saham yang tentunya sudah dianalisa baik secara fundamental, kita kan lebih analisa secara fundamental, ya. Secara fundamental, secara teknikal, secara apa? Persepsi pasar dan lain-lain,” jelasnya.

 

Layanan Pelanggan Diapresiasi, KAI Logistik Sabet Sector Champion 2026

0

Jakarta, 17 Oktober 2026 – KAI Logistik meraih penghargaan Sector Champion kategori Logistik dalam ajang Danantara Indonesia CX100 Award 2026. Penghargaan tersebut diserahkan di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (13/10). Selain menjadi yang terbaik di sektor logistik, KAI Logistik menempati peringkat ke-48 dalam daftar Top Danantara Indonesia CX100 BUMN 2026.

Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen KAI Logistik dalam meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Danantara Indonesia CX100 merupakan model penilaian Customer Experience (CX) yang mengukur kualitas pelayanan BUMN berdasarkan perspektif pelanggan. Penilaian menggunakan kerangka 3E, yaitu Effectiveness (ketepatan layanan), Ease (kemudahan layanan), dan Emotion (kenyamanan pelanggan). Evaluasi dilakukan melalui survei daring, wawancara, diskusi kelompok, serta mystery shopping.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan KAI Logistik. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya bersama seluruh insan perusahaan dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar kepercayaan tersebut dapat kami jaga dan tingkatkan secara berkelanjutan tentunya dengan semangat semakin melayani,” ujar Yuskal, ditulis Sabtu (17/10).

Ia menambahkan, pengembangan layanan difokuskan pada kemudahan akses, peningkatan proses bisnis, dan pemanfaatan teknologi digital. Perluasan titik layanan, pengembangan bisnis, serta penguatan kapabilitas digital diharapkan menghadirkan layanan logistik yang lebih praktis dan responsif. KAI Logistik juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan untuk mendukung penerapan green logistics.

Komitmen tersebut tercermin dalam hasil survei kepuasan pelanggan Semester I 2026 yang mencapai 4,43 dari skala 5. Peningkatan ini didukung perbaikan pemenuhan kebutuhan pelanggan, kemudahan akses, respons terhadap keluhan, serta aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L).

“Bagi kami, kualitas layanan tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi harus tercermin dalam pengalaman pelanggan pada setiap proses layanan. Karena itu, masukan pelanggan akan terus menjadi salah satu landasan bagi kami untuk menentukan prioritas perbaikan, baik dalam aspek operasional, digitalisasi, maupun pengembangan layanan yang lebih berkelanjutan,” tutup Yuskal.

Pelindo Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa, Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional

0

Batam, 15 Oktober 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali menghadirkan layanan pendukung kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship/STS) di kawasan Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau. Pelayanan yang kembali dimulai pada 9 Oktober 2026 ini dilaksanakan melalui anak usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), sebagai penyedia jasa maritim untuk mendukung kelancaran aktivitas STS di kawasan tersebut.

Terletak di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura, kawasan Nipa memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di dekat salah satu jalur pelayaran dan perdagangan internasional tersibuk di dunia. Melalui layanan STS, kegiatan pemindahan muatan dapat dilakukan secara langsung antarkapal tanpa harus melalui terminal di darat. Potensi ini menjadi peluang bagi Pelindo untuk memperluas layanan maritim sekaligus meningkatkan daya tarik perairan Indonesia bagi industri pelayaran internasional.

Dimulainya kembali pelayanan STS di kawasan NTAA ditandai dengan kedatangan satu kapal induk (mother vessel) dan dua kapal penerima (daughter vessel) yang terlibat dalam rangkaian kegiatan alih muat secara bertahap.

Kapal induk berukuran 25.487 Gross Tonnage (GT) dengan panjang 180 meter tiba pada 9 Oktober 2026 pukul 02.00 waktu setempat, diikuti kapal penerima pertama berukuran 30.681 GT dengan panjang 195,26 meter. Selanjutnya, kapal penerima kedua berukuran 25.085 GT dengan panjang 175,93 meter tiba pada 10 Oktober 2026 untuk melanjutkan rangkaian kegiatan STS.

Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Hermawan, menyampaikan bahwa dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa merupakan langkah strategis Pelindo dalam memperkuat bisnis jasa maritim sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari aktivitas pelayaran internasional yang melintasi kawasan tersebut.

“Dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa menjadi momentum penting bagi Pelindo Group dalam memperluas jangkauan layanan maritim. Melalui PJM, kami memastikan kesiapan operasional, baik dari sisi sarana pendukung maupun tenaga pandu yang kompeten, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa,” ujar Arief.

Dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut, PJM telah menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan, armada pendukung, serta personel operasional sesuai kebutuhan. Pelindo juga telah melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk otoritas kesyahbandaran, kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan, serta agen kapal guna mendukung kelancaran aktivitas STS sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa pengembangan layanan STS di Nipa tidak hanya berorientasi pada peningkatan aktivitas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem jasa maritim yang lebih terintegrasi dan kompetitif.

“Keunggulan geografis Nipa merupakan peluang besar yang perlu didukung dengan kualitas layanan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menjadikan Nipa sebagai salah satu pilihan utama bagi pelaku pelayaran internasional untuk melakukan kegiatan alih muat, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan maritim lainnya yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” tambah Arief.

Penguatan layanan STS di Nipa juga sejalan dengan transformasi bisnis Pelindo dan arah strategis Danantara Indonesia dalam mendorong optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing BUMN. Melalui sinergi antarentitas Pelindo Group, perusahaan terus berupaya mengembangkan ekosistem layanan kepelabuhanan dan maritim yang terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.

Dengan kembali dilayaninya kegiatan STS di kawasan NTAA, Pelindo optimistis dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai lokasi kegiatan alih muat internasional, memperluas peluang bisnis jasa maritim, serta mendorong terciptanya nilai ekonomi dari aktivitas pelayaran global yang melintasi perairan Indonesia.

Ratusan UMKM Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Sumringah, Omzet Berlipat

0

Lombok, 13 Oktober 2026 — Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi otomotif kelas dunia, tetapi juga turut mendongkrak pendapatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lombok dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ajang balap yang menyedot antusiasme lebih dari 157 ribu pengunjung ini turut dimeriahkan oleh 202 pelaku UMKM di bidang kerajinan dan makanan, serta lebih dari 600 stan UMKM yang membuka lapak di sekitar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Event tahunan ini menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara. Kehadiran berbagai stan UMKM memberikan pilihan bagi pengunjung untuk menikmati kuliner hingga mengenal produk kerajinan khas Lombok dan NTB di sela-sela rangkaian balapan.

Peningkatan omzet dirasakan Dewi Anjani, salah satu penyewa stan kuliner di Bazar Mandalika. Selama tiga hari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Dewi mengaku mengalami lonjakan penjualan yang signifikan. “Apalagi ada event ini, benar-benar meledak. Biasanya cuma beberapa, kali ini (saat event) benar-benar luar biasa,” kata Dewi Anjani.

Cerita serupa dialami Dewi, pemilik usaha kuliner Cocojel Lombok. Mengolah kelapa yang merupakan salah satu komoditas lokal unggulan Lombok, produknya laris diburu pengunjung di tengah teriknya cuaca Sirkuit Mandalika. Ia berharap kesempatan bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam ajang internasional seperti ini dapat terus berlanjut. “Harapannya, event seperti ini terus melibatkan UMKM,” kata Dewi.

Antusiasme serupa disampaikan Sakha, pemilik Epoh Roastery yang membuka gerai di InJourney UMKM Expo. Produk biji kopi olahannya menarik perhatian pengunjung domestik maupun mancanegara. Menurut Sakha, keikutsertaannya dalam InJourney UMKM Expo menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan merek sekaligus memperluas jangkauan pasar. Ia pun berharap ajang balap internasional ini dapat terus diselenggarakan di Mandalika. “Harapannya, event ini terus berlanjut karena sangat membantu bisnis kami,” tutup Sakha.

Tak hanya sektor kuliner, pelaku usaha kerajinan juga merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung. Sri Lestari, pemilik merek UMKM Riles Lestary yang menghadirkan produk tenun modern khas Lombok, mencatat peningkatan penjualan signifikan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Berjualan di selasar InJourney UMKM Expo, Sri mengaku berhasil membukukan penjualan tertinggi selama menjalankan usahanya. “Alhamdulillah, kita penjualan terbesar kemarin. Biasanya Rp2 juta sampai Rp4 juta, kemarin bisa sampai Rp10 juta,” kata Sri Lestari.

Kenaikan omzet juga dirasakan Samsudin, pemilik Coco Sam, usaha yang mengolah kelapa menjadi *coconut oil* dan *virgin coconut oil* (VCO). Usaha yang turut memberdayakan ibu-ibu di sekitar Desa Sukadana, Lombok, ini mendapatkan banyak pesanan selama penyelenggaraan berlangsung. Selain meningkatkan transaksi, ajang ini menjadi kesempatan bagi Coco Sam untuk memperkenalkan produk olahan kelapa kepada konsumen domestik maupun mancanegara. “Banyak tamu asing dan domestik yang memesan minyak kelapa dan VCO ke kita,” kata Samsudin.

Dampak ekonomi juga dirasakan oleh UMKM di sekitar kawasan sirkuit. Ani, pemilik warung seafood di sekitar Sirkuit Mandalika, mengaku jumlah pembeli meningkat signifikan selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Warungnya ramai dikunjungi pembeli lokal maupun penonton internasional yang datang untuk menyaksikan balapan. Ia berharap ajang ini terus diselenggarakan karena memberikan dampak langsung terhadap penjualan usahanya. “Dampaknya sangat ramai,” kata Ani.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 dan dihadiri 157.875 pengunjung menunjukkan besarnya potensi ajang olahraga internasional dalam menggerakkan perekonomian daerah. Keterlibatan ratusan UMKM, baik melalui bazar maupun InJourney UMKM Expo, memperlihatkan bagaimana penyelenggaraan event dapat membuka peluang usaha, memperluas eksposur produk lokal, dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney turut menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi melalui InJourney UMKM Expo. Kehadiran wadah ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi usaha lokal dengan tingginya arus wisatawan, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung melalui produk dan kreativitas khas daerah.

Dampak ekonomi dari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Manfaat tersebut tidak hanya tercermin dari besarnya perputaran ekonomi selama penyelenggaraan, tetapi juga dari terbukanya peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar. Dengan aktivitas Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang ditargetkan terisi hingga 200 hari dalam setahun, potensi pengembangan ekosistem pariwisata dan ekonomi lokal di Mandalika dan NTB pun semakin terbuka.

Melalui sinergi penyelenggaraan event internasional dan keterlibatan pelaku usaha lokal, Pertamina Grand Prix of Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi panggung olahraga kelas dunia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan UMKM dan pariwisata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Inovasi Energi Bersih PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

0

Jakarta, 12 Oktober 2026 – PT PLN (Persero) melalui subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) meraih empat penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 atas inovasi di bidang energi bersih yang berkelanjutan. Penghargaan yang diumumkan di Manila, Filipina, Rabu (7/10), ini memperkuat kontribusi PLN Group dalam mendorong transisi energi melalui pengembangan teknologi yang lebih efisien, rendah emisi, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi.

Dalam ajang tingkat Asia Tenggara tersebut, PLN NP meraih dua predikat Winner dan satu First Runner-up. Predikat Winner diraih Greenvoltaic Hydrogen Plant di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Emerging Low-Carbon Technologies, subkategori Green Hydrogen, serta Gedung Administrasi PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang pada ASEAN Energy Efficiency and Conservation Awards 2026 kategori Green Building, subkategori Small and Medium Building. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata meraih predikat First Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori On-Grid, subkategori Utility Scale.

Sementara itu, PLN IP meraih predikat Second Runner-up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 melalui inovasi Powering Coal Generation through Biomass Integration and Smart Energy Management yang dikembangkan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu, pada kategori Combined Heat and Power (CHP) Generation.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kontribusi PLN Group dalam mendukung agenda pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional. Menurutnya, transformasi sektor ketenagalistrikan tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan, tetapi juga pada pengembangan energi yang semakin bersih dan berkelanjutan.

“PLN terus bertransformasi. Sebab, baik saat ini maupun di masa depan, peran PLN tidak hanya sebatas menghasilkan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan energi yang semakin bersih dan berkelanjutan. Inilah arah transformasi yang terus kami dorong agar sektor ketenagalistrikan mampu menjawab kebutuhan masa depan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Darmawan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan bahwa transisi energi dapat didorong melalui aksi nyata mulai dari inovasi teknologi, optimalisasi aset yang ada, hingga pengembangan pembangkit energi terbarukan berskala besar.

“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang bagaimana kita berinovasi agar setiap aset dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat. Tiga penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN Nusantara Power untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, efisien, dan memiliki nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Ruly.

Salah satu inovasi yang mendapat pengakuan dalam ajang tersebut adalah Greenvoltaic Hydrogen Plant di PLTGU Muara Karang. Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 43 ton hidrogen hijau per tahun dengan memanfaatkan pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui PLTS atap, serta Renewable Energy Certificate (REC) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling.

“Selain mendukung transisi energi, pengembangan fasilitas ini juga memberikan manfaat ekonomi. Kami mencatat penghematan biaya listrik sekitar Rp1,19 miliar per tahun serta potensi pendapatan baru sebesar Rp2,74 miliar melalui perjanjian pembelian hidrogen dan oksigen. Model pengembangan fasilitas tersebut juga telah direplikasi di 22 pembangkit lain milik PLN Group, dengan total kapasitas produksi gabungan mencapai 203 ton hidrogen per tahun,” jelas Ruly.

Selain melalui pengembangan hidrogen hijau, PLN NP juga menerapkan inovasi efisiensi energi pada bangunan operasional. Salah satunya adalah Gedung Administrasi PLN NP UP Muara Karang, yang mengintegrasikan desain pasif dan aktif untuk mengoptimalkan konsumsi energi serta memanfaatkan panel surya dan hydrogen fuel cell sebagai sumber listrik.

Upaya efisiensi tersebut sebelumnya mengantarkan gedung ini meraih Juara I kategori Gedung Hijau dalam Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2025. Prestasi tersebut kemudian mengantarkan gedung ini mewakili Indonesia dalam ASEAN Energy Awards 2026.

Sementara itu, PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat meraih penghargaan pada kategori pengembangan energi terbarukan skala besar. Pembangkit berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) yang dikelola PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) ini memanfaatkan permukaan Waduk Cirata untuk menghasilkan listrik dari energi matahari tanpa memerlukan lahan darat yang luas.

Lebih lanjut, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan bahwa inovasi biomass integration dan smart energy management merupakan upaya mengoptimalkan pembangkit yang telah beroperasi melalui pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif dan pengelolaan energi yang lebih cerdas.

“Inovasi ini mencerminkan upaya kami dalam mengoptimalkan pembangkitan secara menyeluruh, mulai dari meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keandalan pasokan listrik hingga memperkuat aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan energi alternatif dan pengurangan dampak lingkungan. Kami akan terus mendorong inovasi agar transformasi pembangkitan memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan mendukung transisi energi,” pungkas Bernadus.

Insan Muda Hutama Karya Raih Best Speaker Lewat Inovasi Lean Construction

0

JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) mengukuhkan komitmennya dalam mendorong efisiensi dan inovasi industri konstruksi nasional pada Seminar Nasional Konstruksi Ramping (SNKR) 2026. Forum ilmiah dan industri berlevel nasional yang diinisiasi oleh Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI) bersama Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) ini berlangsung pada Senin-Selasa (5-6/10) di HK Tower, Jakarta. Mengusung tema “Lean Construction for Delivering Indonesia Capital Projects”, ajang ini menjadi wadah strategis pertukaran pengetahuan serta formulasi praktik terbaik guna meningkatkan kinerja infrastruktur nasional.

Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah. Turut hadir sejumlah tokoh terkemuka di bidang Lean Construction sebagai keynote speaker, yakni Co-Founder Lean Construction dan penggagas Last Planner System, Glenn Ballard; Pakar Lean Construction Education and Simulation dari CEPT University, India, Ganesh Devkar; Ketua IAMKRI, Prof Muhammad Abduh; serta Direktur Human Capital PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Hadjar Seti Adji.

“Penerapan Lean Construction merupakan keharusan transformatif dalam mengeksekusi mega proyek infrastruktur nasional. Melalui pendekatan yang tepat, kita tidak hanya mereduksi risiko dan meminimalkan pemborosan (waste) di setiap tahapan konstruksi, tetapi juga memastikan setiap rupiah investasi menghasilkan infrastruktur yang lebih tangguh, efisien, dan bernilai tambah bagi masyarakat,” tegas Mardiansyah.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif perseroan dalam forum ini diwujudkan melalui partisipasi penuh pada Kompetisi Konstruksi Ramping Indonesia (K2R) serta sesi “Berbagi Kerampingan”.
“Keikutsertaan insan Hutama Karya dalam Kompetisi K2R maupun ajang Berbagi Kerampingan merupakan cerminan budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan. Kami berkomitmen mentransformasikan teori konstruksi modern menjadi solusi operasional nyata di lapangan,” ujar Hamdani.

Unjuk kompetensi tersebut membuahkan hasil membanggakan pada sesi Berbagi Kerampingan. Insan muda Hutama Karya, Fitriana Prahastiwi Pramono, sukses menyabet penghargaan Best Speaker lewat pemaparan riset berjudul “Strategic Risk Management Through Business-as-Usual and Lean Construction Mitigation: The Sitinjau Lauik Flyover Project, Indonesia”. Riset tersebut disusun bersama oleh Rifki Alfrianto, Achmad Luthfi Naufal, Fitriana Prahastiwi Pramono, dan Arif Rahman. Capaian Fitriana yang mempresentasikan strategi mitigasi risiko pada proyek Jalan Layang Sitinjau Lauik ini menjadi cerminan nyata spirit Hari Sumpah Pemuda di bulan Oktober, yang membuktikan kontribusi besar generasi muda teknokrat dalam menghadirkan karya-karya inovatif dan berdaya saing tinggi bagi kemajuan industri konstruksi Indonesia.

Keikutsertaan dan raihan prestasi insan Hutama Karya di forum SNKR 2026 menjadi bukti keandalan sumber daya manusia perseroan dalam mengawal pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Langkah strategis BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero) ini sejalan dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023, sekaligus menyelaraskan pilar Asta Cita Pemerintah dalam percepatan kualitas infrastruktur daerah serta menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Apresiasi Nasabah, BNI Ajak Nikmati MotoGP dari Bukit 360 Mandalika

0

Lombok, 11 Oktober 2026 — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan kesempatan kepada nasabah terpilih untuk menyaksikan langsung MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

Melalui program apresiasi nasabah, BNI menghadirkan pengalaman menyaksikan balapan dari Bukit 360, area di dataran tinggi sekitar tikungan 8 hingga 11 yang menawarkan panorama lintasan sekaligus pemandangan kawasan Mandalika.

Dari area tersebut, penonton dapat menyaksikan aksi para pembalap dari ketinggian dengan latar perbukitan, Bukit Seger, dan Samudera Hindia. Bukit 360 juga dilengkapi tiga bale berlantai dua yang menjadi area menikmati jalannya balapan.

Salah satu nasabah yang menikmati fasilitas tersebut adalah Orisatia Putra, 31 tahun, seorang wirausaha. Tahun ini menjadi kali keempat dirinya mendapat undangan BNI untuk menyaksikan MotoGP Mandalika.

“Senang sekali dan sangat memuaskan. Ini sudah keempat kalinya saya mendapat tiket atau undangan dari BNI untuk menonton MotoGP di Mandalika,” ujar Orisatia, yang datang bersama orang tua dan adiknya.

Menurut Orisatia, penyelenggaraan tahun ini terasa semakin nyaman, terutama dari sisi akses menuju sirkuit. Fasilitas shuttle dan pengaturan parkir turut memudahkan perjalanan penonton, khususnya bagi mereka yang datang dari luar kota.

Dia juga mengapresiasi pelayanan BNI di Bukit 360, termasuk fasilitas serta sajian makanan dan minuman yang tersedia selama kegiatan.

Kesan positif juga disampaikan Markahasa Muda Siregar, nasabah BNI yang menyaksikan balapan dari area yang sama. Menurutnya, posisi Bukit 360 memberikan sudut pandang yang luas terhadap lintasan sehingga jalannya balapan dapat dinikmati dengan lebih leluasa.

Bagi Markahasa, MotoGP Mandalika tahun ini juga menjadi momentum untuk memberikan dukungan kepada pembalap Indonesia, khususnya Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3. Dia berharap para pembalap muda Tanah Air terus berkembang dan mampu menunjukkan kemampuan di tingkat internasional.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi BNI kepada nasabah dengan menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan minat dan gaya hidup mereka.

Melalui berbagai program apresiasi, BNI terus membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah yang tidak hanya bertumpu pada layanan perbankan, tetapi juga melalui pengalaman yang dapat dinikmati bersama.

Sejalan dengan perjalanan delapan dekade melayani Indonesia, BNI terus memperkuat layanan dan program yang semakin dekat dengan kebutuhan nasabah sekaligus menjaga kepercayaan yang telah terbangun selama ini.

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir

0

Jakarta, 8 Oktober 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menyalurkan sebanyak 3.067 pcs life jacket kepada nelayan dan masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia sejak 2021 hingga 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PELNI dalam mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan aspek keselamatan merupakan bagian penting yang terus dikedepankan PELNI, tidak hanya dalam kegiatan operasional pelayaran perusahaan, tetapi juga melalui kontribusi kepada masyarakat di wilayah pesisir.

“Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas PELNI. Melalui program TJSL, kami juga berupaya memperluas kepedulian terhadap keselamatan masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang sehari-hari beraktivitas menggunakan perahu atau kapal. Kami berharap bantuan life jacket ini dapat digunakan dengan baik dan memberikan perlindungan tambahan dalam menjalankan aktivitas di perairan,” ujar Ditto.

Sepanjang 2021–2025, PELNI telah menyalurkan 2.867 pcs life jacket ke sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, NTT, Bitung, Sorong, Kendari, Parepare, Ternate, Makassar, Bau Bau, Denpasar, Bangsring, Gorontalo, Kumai, hingga Pangkep.

Pada 2026, PELNI kembali menyalurkan 200 pcs life jacket dengan rincian sebanyak 100 pcs diberikan kepada nelayan di Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada September 2026. Sementara pada Februari 2026, sebanyak 100 pcs life jacket juga disalurkan untuk kapal-kapal di Pelabuhan Paotere serta guru-guru di wilayah Kabupaten Pangkep dan Makassar.

Ditto menambahkan pemberian perlengkapan keselamatan tersebut menjadi bagian dari upaya PELNI untuk membangun kesadaran keselamatan secara lebih luas di tengah masyarakat.

“Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran penggunaan perlengkapan keselamatan,” tambah Ditto.

Program penyaluran life jacket tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan TJSL PELNI yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pilar Sosial, khususnya TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

PELNI akan terus mendorong berbagai program TJSL yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan aktivitas yang lebih aman, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir.