Jakarta, 16 September 2026 — Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria akan mengembalikan muruah PT Bio Farma (Persero) untuk memproduksi vaksin mandiri. Proses riset hingga produksi akan menjadi kekuatan BUMN Kesehatan tersebut.
Dony mengungkapkan mandat utama Bio Farma yakni memperkuat riset dan pengembangan vaksin sekaligus memperluas pasar produk kesehatan Indonesia ke tingkat global. Sehingga Boo Farma tidak hanya menjadi pihak yang memproduksi vaksin milik perusahaan lain.
“Sebetulnya mandatnya Bio Farma itu memang membuat vaksin. Cuma lama enggak nambah-nambah produk saja. Jadi mereka jadi pabrik vaksin orang. Sekarang kita mau balikin lagi,” ujar Dony dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Chief Operating Officer (COO) Danantara itu menerangkan, penguatan riset dan pengembangan tersebut juga berjalan seiring dengan ekspansi produk dan teknologi Bio Farma ke pasar internasional.
Dalam dua tahun terakhir, teknologi yang dikembangkan dari Indonesia telah dibawa ke sejumlah negara, termasuk Senegal, Ghana, dan India. Ke depan, Bio Farma juga diarahkan untuk memperluas produk-produknya ke sejumlah negara di Afrika.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Bio Farma untuk memperkuat kemampuan research & development, menghasilkan produk-produk baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan Indonesia di pasar global.
Dengan refocusing pada riset dan pengembangan, Bio Farma diharapkan tidak hanya semakin mampu menciptakan produk kesehatan sendiri, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional.
Penguasaan teknologi dan produk kesehatan dari Indonesia dapat terus diperluas sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi industri kesehatan di tingkat global.


