Jakarta, 21 September 2026 — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Perum Bulog untuk menambah pasokan beras premium ke pasaran. Beras Bulog jadi pilihan ketika kosongnya fortifikasi.
Ada 25 merek beras fortifikasi yanh ditarik dari peredaran, membuat stok beras di ritel modern berkurang. Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran stok beras premium yang tersedia, terutama ke jaringan ritel modern.
“Beras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak. Itu ke toko-toko ritel modern, itu segera di-supply. Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Amran di dikutip pada Sabtu (19/9/2026).
Penguatan pasokan tersebut berjalan bersamaan dengan pengawasan pemerintah terhadap peredaran beras di pasar. Dari hasil pemeriksaan, pemerintah menemukan dugaan peralihan dari beras premium ke beras fortifikasi yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan laboratorium terhadap produk yang beredar.
“Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya,” beber Amran.
Memastikan ketersediaan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran melalui ritel modern dilakukan untuk mendekatkan produk beras Bulog kepada konsumen.
“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota,” ujarnya.



