Penyaluran itu terdiri dari 1,73 kg cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana alam dan 104.500 kg beras melalui cadangan pangan pemerintah daerah/kementerian, lembaga, dan daerah (CPPD/KLD).
“Bulog siap menjalankan setiap penugasan pemerintah. Setelah penyaluran CBP bencana alam dan CPPD/KLDI, kami juga akan melanjutkan penyaluran Bantuan Pangan ke seluruh wilayah NTT,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Selain beras, Bulog juga telah menyalurkan 7.000 liter minyak goreng untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan pangan tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak bencana alam, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, serta Kota Kupang.
Beras bantuan pangan yang disalurkan Perum Bulog. (dok. Perum Bulog)Berdasarkan realisasi penyaluran, pagu CBP untuk penanganan bencana alam di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat telah terealisasi 100 persen. Sementara penyaluran di Kabupaten Ngada telah mencapai 77,52 persen.
Rizal menyatakan, Bulog tidak hanya mempercepat penyaluran bantuan, tetapi juga menyiapkan penguatan stok beras untuk memastikan keberlanjutan pasokan di NTT.
Saat ini stok beras yang tersedia di Kanwil Bulog NTT sebesar 26,33 juta kg. Bulog pun akan menambah pasokannya sekitar 67,46 juta kg dari Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, serta Nusa Tenggara Barat.
“Dengan penguatan tersebut, stok ke depan (beras Bulog di NTT) diproyeksikan mencapai sekitar 93,78 juta kg,” ungkapnya.
Menurutnya, ketersediaan stok yang kuat menjadi fondasi agar Bulog dapat merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat, termasuk dalam penanganan bencana maupun pelaksanaan program pangan pemerintah.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan pangan secara tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu,” kata Rizal.


