Jakarta, 21 September 2026 — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah memfinalisasi rencana pengambilalihan 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Saat ini, Kemenkeu juga melakukan valuasi terhadap saham yang akan dialihkan tersebut.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Evita Manthovani, mengatakan proses pengalihan saham PSBI kepada pemerintah melalui Kemenkeu masih berlangsung.
“Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi,” kata Evita dalam Konferensi Pers APBN KiTa, dikutip Senin (21/9/2026).
PSBI saat ini memiliki 60% saham di KCIC. Sementara itu, 40% saham KCIC lainnya masih dimiliki oleh konsorsium perusahaan asal China. Rencana pengalihan saham PSBI menjadi bagian dari penanganan tanggung jawab pemerintah terhadap utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Evita mengatakan pemerintah telah menetapkan skema untuk menangani kewajiban terkait proyek tersebut. Menurut dia, skema yang disiapkan tidak secara langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Skema telah ditetapkan, telah dibahas secara detail dan tentunya ini sesuai dengan harapan tidak dilibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI,” ujar Evita.
Sebelum proses pengalihan saham PSBI di KCIC dilakukan, Kemenkeu melakukan pemetaan terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan KCIC.
Pemetaan tersebut mencakup aspek finansial, bisnis, operasional, hingga aspek hukum. Langkah ini dilakukan agar proses pengalihan saham dapat berjalan secara terencana dan mendukung keberlanjutan operasional KCIC.
“Untuk itu kita saat ini juga supaya pengalihan nanti berjalan dengan terencana, tepat dan juga bisa operasional tentu diperlukan untuk pemetaan beberapa aspek, antara lain finansial, aspek bisnis, operasional dan tentu hukumnya,” kata Evita.
Kemenkeu saat ini juga melakukan due diligence dan menghitung nilai atau valuasi saham PSBI yang akan dialihkan kepada pemerintah.
“Saat ini di Kementerian Keuangan sedang berjalan yaitu due diligence oleh Kementerian Keuangan dan juga valuasi nilai saham terhadap saham PSBI yang akan dialihkan,” ujar Evita.



