Home Blog Page 6

Anara Airport Hotel Raih Penghargaan “Hotel Penyedia Layanan untuk Manasik yang Terintegrasi” dalam Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026

0

TANGERANG, 5 September 2026 — Anara Airport Hotel berhasil meraih penghargaan dalam *Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026* pada kategori “ *Hotel Penyedia Layanan untuk Manasik yang Terintegrasi* ”. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Anara dalam menghadirkan layanan dan fasilitas yang mendukung kebutuhan perjalanan ibadah masyarakat Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang *Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026* yang turut melibatkan *tvOne* sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam mendukung perkembangan industri perjalanan suci di Indonesia.

Berada di *Terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta*, Anara Airport Hotel memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan jamaah sebelum melakukan perjalanan ibadah. Tidak hanya menghadirkan akomodasi, Anara juga menyediakan fasilitas yang dapat menunjang berbagai kebutuhan kelompok, termasuk kegiatan manasik dan persiapan keberangkatan.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam memberikan kemudahan bagi jamaah umrah, Anara Airport Hotel juga menyediakan layanan *_Free Shuttle_* menuju Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta tanpa biaya tambahan*. Fasilitas ini ditujukan untuk *mendukung jamaah yang memiliki jadwal keberangkatan melalui Terminal 2, sehingga proses perpindahan terminal dapat berlangsung dengan lebih mudah, nyaman, dan terkoordinasi.*

Penghargaan ini menjadi *sebuah apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah*. Kami percaya bahwa mendukung perjalanan ibadah bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, kemudahan, dan perhatian di setiap proses perjalanan,” ujar *Epril Purwandi, General Manager Anara Airport Hotel.*

Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen Anara Airport Hotel dalam menghadirkan pengalaman hospitality yang relevan dengan kebutuhan perjalanan ibadah. Melalui semangat *“Melayani Sepenuh Hati”*, Anara terus berupaya memberikan pelayanan yang mengutamakan kepedulian dan kenyamanan bagi setiap tamu.

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota

0

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata Masyarakat Adat di Pulau Kapota

Wakatobi, 23 September 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan pengembangan ekosistem bisnis kelautan dan wisata masyarakat hukum adat di Pulau Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Rabu (23/9).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi Bakri yang mewakili Bupati Wakatobi, Kepala Cabang PELNI Baubau Lutfi Israr, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Wanci Tri Mulyoko, Kepala SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Wakatobi La Fasa, Kepala Dinas Perikanan Saoruddin, Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship Institut Pertanian Bogor, Manager TJSL PELNI Septiani Khadijah Thalib, sejumlah perangkat desa dan masyarakat Pulau Kapota.

Program Pengembangan Ekosistem Bisnis Kelautan Wisata Masyarakat Hukum Adat ini merupakan bagian dari TJSL PELNI yang sejalan dengan Pilar Ekonomi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan yang mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, terutama kelompok masyarakat berpendapatan rendah, agar dapat tumbuh secara progresif dan berkelanjutan.

Kepala Cabang PELNI Baubau Lutfi Israr dalam sambutannya mewakili Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen PELNI untuk mendorong potensi yang dimiliki masyarakat hukum adat di Pulau Kapota agar tidak hanya menjadi kekayaan budaya dan lingkungan, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber penghidupan dan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Pulau Kapota memiliki potensi kelautan, perikanan, dan kearifan lokal yang sangat baik untuk dikembangkan. Melalui program ini, kami ingin mendorong masyarakat menjadi aktor utama dalam mengembangkan potensi tersebut sehingga dapat memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lutfi.

Program ini berfokus pada pengembangan ekosistem bisnis berbasis produk unggulan lokal dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Masyarakat Maritime Institut Pertanian Bogor selama satu tahun, yang mencakup pendampingan, penguatan pengetahuan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan masyarakat.

Adapun program tersebut meliputi pengembangan usaha perikanan tangkap, pembangunan Demonstration Plot (Demplot) budidaya ikan kerapu sebagai sarana pembelajaran dan percontohan bagi masyarakat, pendampingan kelembagaan dan teknologi penangkapan perikanan yang ramah lingkungan, serta pengembangan wisata masyarakat.

Selain itu, PELNI memberikan 100 buah life jacket kepada nelayan sebagai bentuk perhatian terhadap aspek keselamatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas di laut.

“Program ini bukan hanya mengenai bantuan, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem usaha yang dapat berjalan secara mandiri, memberikan nilai tambah bagi produk lokal, membuka peluang usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami berharap pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tambah Lutfi.

Pulau Kapota dipilih sebagai lokasi program karena masyarakat setempat masih mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan sistem adat dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan. Potensi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari usaha perikanan tangkap, budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan hingga penerapan inovasi yang ramah lingkungan.

Adapun seluruh Program TJSL PELNI mengacu pada pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan telah diadopsi dalam Program TJSL BUMN. Selain pilar sosial, TJSL PELNI juga mencakup pilar ekonomi, lingkungan, serta tata kelola dan hukum.

Kontrak Baru WIKA Tembus Rp8,69 Triliun, Naik 65,6 Persen

0

Jakarta, 23 September 2026 – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai Rp8,69 triliun hingga Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 65,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp5,25 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari sejumlah proyek di sektor infrastruktur, bangunan gedung, industri penunjang konstruksi, energi dan industrial plant, properti, hingga investasi.

Hingga Agustus 2026, sektor infrastruktur dan gedung menjadi penyumbang terbesar kontrak baru WIKA dengan nilai Rp3,17 triliun atau sekitar 36,5 persen dari total kontrak baru.

Selanjutnya, sektor industri penunjang konstruksi menyumbang Rp2,97 triliun atau 34,2 persen, kemudian sektor energi dan industrial plant sebesar Rp2,12 triliun atau 24,4 persen. Sementara itu, sektor properti menyumbang Rp266,74 miliar atau 3,1 persen dan investasi sebesar Rp165,70 miliar atau 1,9 persen.

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan salah satu proyek strategis yang tengah dikerjakan WIKA adalah Penanganan Longsoran Slope 9–10 dan Perbaikan Alinyemen KM 177–KM 178 Jalan Tol Cisumdawu dengan nilai kontrak Rp294,54 miliar.

Proyek yang diperoleh WIKA pada Juli 2026 tersebut ditujukan untuk penanganan jangka panjang terhadap pergerakan tanah di ruas Tol Cisumdawu, khususnya pada area KM 177 Bojongtotor hingga KM 178 Mulyasari.

Dalam proyek tersebut, WIKA mengerjakan pemasangan pondasi dalam atau bore pile di 132 titik, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama pada ruas KM 177–KM 178.

Per 21 September 2026, progres penanganan telah mencapai 33,61 persen. Pekerjaan bore pile ditargetkan selesai pada Desember 2026, sedangkan keseluruhan pekerjaan ditargetkan rampung pada 3 Maret 2027.

Sejumlah tahapan juga telah diselesaikan, mulai dari perkuatan pondasi, perataan tanah, hingga pemasangan angkur tanah untuk menahan pergerakan lereng. Saat ini pekerjaan berfokus pada perkuatan pondasi tambahan di Slope 9, penanganan aliran air permukaan, serta perbaikan jalur utama.

Dalam pelaksanaannya, WIKA melibatkan sekitar 253 tenaga kerja dengan penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan berlangsung di lapangan.

Dari sisi metode, WIKA menerapkan pondasi dengan pelapis baja permanen yang diperkuat khusus agar tetap kokoh ketika dipasang di area rawan pergerakan tanah. Metode tersebut digunakan untuk memastikan struktur penahan dapat terpasang dengan aman sesuai kedalaman yang direncanakan.

Setelah rampung, pekerjaan tersebut akan mengembalikan kondisi badan jalan Tol Cisumdawu pada ruas KM 177+090–177+400. Penanganan ini juga ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.

Ngatemin juga mengatakan pertumbuhan kontrak baru hingga Agustus 2026 menunjukkan transformasi yang dijalankan perseroan semakin memperkuat daya saing sekaligus kepercayaan pemberi kerja terhadap WIKA.

“Pertumbuhan kontrak baru ini merupakan hasil dari strategi selektif yang kami jalankan secara konsisten, dengan memprioritaskan proyek berskema monthly payment dan bernilai tambah tinggi,” tuturnya dalam keterangan resmi,

Melalui penanganan longsoran, sambung Ngatemin, rekonstruksi mainroad, dan perbaikan aliran air di KM 177 Bojongtotor, WIKA berharap proyek ini menjadi solusi yang tuntas sehingga masyarakat sekitar dan pengguna Tol Cisumdawu dapat merasa aman dan nyaman.

“WIKA berkomitmen menyelesaikan setiap pekerjaan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya,” ujar Ngatemin.

Ke depan, WIKA akan melanjutkan transformasi bisnis melalui peningkatan kualitas portofolio proyek, pengelolaan risiko yang lebih disiplin, serta penerapan tata kelola yang baik untuk mendorong pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Bank BUMN Diminta Guyur Kredit Buat Industri Tekstil

0

Jakarta, 23 September 2026 — Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara mengambil peran dalam pemulihan industri tekstil nasional. Salah satu langkah yang didorong adalah membuka kembali akses pembiayaan melalui bank-bank BUMN bagi perusahaan tekstil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah ingin membantu perusahaan tekstil yang tengah menjalani restrukturisasi. Dukungan pembiayaan menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk mendorong kembali aktivitas industri tekstil.

“Terkait dengan perusahaan-perusahaan yang sedang direstrukturisasi, nah Bapak Presiden minta agar ini Danantara segera aktif untuk menyelesaikan,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (23/9/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah juga tidak lagi menempatkan industri tekstil sebagai sektor yang sudah tidak memiliki prospek. Karena itu, perbankan didorong untuk kembali memberikan pembiayaan, baik untuk investasi maupun kebutuhan modal kerja.

“Selanjutnya terkait dengan perbankan, tadi juga disampaikan Bapak Presiden bahwa industri tekstil bukan industri yang dikategorikan sunset. Sehingga ini bisa mendorong untuk reinvestasi maupun penambahan daripada modal kerja,” imbuh dia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, sektor tekstil sebelumnya dipandang oleh perbankan sebagai sunset industry. Pandangan tersebut berdampak pada terbatasnya penyaluran kredit kepada perusahaan tekstil.

Kini, pemerintah mendorong Himpunan Bank Negara (Himbara) dan perbankan nasional untuk kembali memberikan pembiayaan yang produktif bagi industri tekstil.

“Nah, itu juga untuk dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua,” kata dia.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan Jakarta. (Dok: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Modernisasi Mesin

Rosan mengatakan, pembiayaan tersebut salah satunya dapat digunakan untuk memperbarui mesin-mesin produksi industri tekstil yang sudah berusia tua. Modernisasi peralatan diharapkan dapat membantu perusahaan meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

Dukungan pembiayaan dari perbankan dinilai penting untuk memperbaiki daya saing industri tekstil dan produk garmen nasional. Pembaruan mesin menjadi salah satu kebutuhan industri agar mampu meningkatkan daya saing produknya.

“Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan. Nah, oleh sebab itu bagaimana ini penyempurnaannya dari segi Himbaranya,” jelas dia.

Dengan dukungan Danantara dan perbankan, pemerintah mendorong industri tekstil untuk melakukan investasi kembali, memperkuat modal kerja, serta memperbarui mesin produksi. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri tekstil nasional.

 

Peringati Hari Sungai dan World Cleanup Day, TelkomGroup Angkut 5,1 ton Sampah dari Kali Krukut

0
  • Bersama pemerintah provinsi, TelkomGroup melibatkan karyawan dan masyarakat setempat dalam aksi bersih perairan di sekitar The Telkom Hub

Jakarta, 21 September 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama operating company, PT Telkom Landmark Tower (TLT) menggelar aksi bersih Kali Krukut di sekitar kawasan The Telkom Hub, Jakarta, pada Jumat (18/9). Diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sungai dan World Cleanup Day, kegiatan ini berhasil mengangkat 19 m³ atau setara dengan 5,1 ton sampah dari sejumlah titik di sepanjang aliran Kali Krukut. Aksi bersih ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga jajaran kecamatan dan kelurahan setempat sebagai upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan di sekitar wilayah operasional TelkomGroup.

Pada kesempatan terpisah, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengatakan, “Aksi sederhana seperti ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana implementasi program ESG Telkom bukan hanya sekedar pelengkap, tapi suatu program berkelanjutan dengan dampak positif yang luas. Karena ketika lingkungan terjaga, yang ikut tumbuh bukan hanya produktivitas bisnis Telkom, tetapi juga ekosistem di sekitarnya.”

Sejalan, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menyampaikan, “Sungai mengajarkan kita bahwa lingkungan tidak mengenal batas administratif. Apa yang terjadi di satu wilayah pada akhirnya dapat berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, kami melihat aksi hari ini bukan hanya sebagai upaya membersihkan sungai, tetapi sebagai bagian dari komitmen TelkomGroup untuk terus menjaga ruang hidup bersama, terutama di lingkungan operasional kami, dan memberikan manfaat yang lebih bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.”

Kali Krukut yang mengalir sepanjang 31,39 kilometer dan melintasi area The Telkom Hub masih menghadapi persoalan kebersihan di sejumlah titik. Sampah yang menggenang pada permukaan air maupun menumpuk di bantaran sungai tidak hanya mengganggu kebersihan kawasan, tetapi juga berpotensi memengaruhi ekosistem dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, aksi bersih ini turut melibatkan karyawan TelkomGroup bersama petugas kebersihan lingkungan (Pasukan Oren) dan petugas penanganan kebersihan saluran air dan banjir (Pasukan Biru). Para peserta turun langsung membersihkan sampah di sejumlah titik sepanjang aliran Kali Krukut, mulai dari permukaan air hingga area bantaran sungai. Keterlibatan berbagai pihak ini sekaligus memperkuat kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Peserta bergerak ke sejumlah titik untuk mengangkat sampah dari permukaan air, bantaran, hingga area sekitar aliran sungai. Dari total 5,1 ton sampah yang terkumpul, sebanyak 4,5 ton merupakan sampah dari sungai dan 0,6 ton berupa sampah kering. Seluruh sampah kemudian diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai pengelolaannya.

“Harapannya acara ini dapat membuat kita lebih nyaman untuk beraktivitas di lingkungan sekitar, namun tidak berhenti sampai sini saja, semoga kedepannya akan ada lebih banyak lagi kolaborasi dari pihak korporasi, pemerintah, dan masyarakat untuk terus diadakan,” pungkas Suratman, Direktur Utama TLT.

Aksi bersih ini menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya melalui pilar Save Our Planet. Bagi TelkomGroup, upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada aksi pembersihan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membangun kesadaran dan kebiasaan baik secara berkelanjutan.

Kolaborasi lintas elemen diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi sungai di sekitar kawasan Telkom Hub. Selain memberikan dampak langsung melalui pengurangan timbunan sampah, keterlibatan bersama juga membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

Ke depan, TelkomGroup akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan. Melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), TelkomGroup juga mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai elemen agar semakin banyak pihak dapat mengambil bagian, sehingga kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada aksi sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan bagian dari keseharian.

 

Arunika Lounge, Perluas Akses Pasar dan Perkuat Daya Saing UMKM Binaan

0
  • Kehadiran Arunika Lounge merupakan bagian dari komitmen IDSurvey dalam memperkuat pemberdayaan UMKM

Jakarta, 22 September 2026 – PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey meresmikan Arunika Lounge, ruang promosi dan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra binaan IDSurvey Group. Peresmian berlangsung di IDSurvey Headquarters, Waskita IDSurvey Tower (WIT), Jakarta, pada Kamis (17/9).

Kehadiran Arunika Lounge merupakan bagian dari komitmen IDSurvey dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, serta pembukaan peluang untuk terlibat dalam rantai pasok perusahaan. Inisiatif ini mencakup UMKM mitra binaan Biro Klasifikasi Indonesia, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia.

“Lebih dari sekadar ruang showcase, Arunika Lounge kami hadirkan sebagai jembatan bagi UMKM binaan untuk memperluas akses pasar dan masuk ke dalam rantai pasok pengadaan IDSurvey Group. Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong pertumbuhan yang inklusif, memperkuat daya saing UMKM, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Chief Financial Officer IDSurvey, Sinung Triwulandari.

Arunika Lounge akan mempromosikan berbagai produk UMKM yang berpotensi memenuhi kebutuhan IDSurvey Group, antara lain suvenir, merchandise, hampers, serta produk pendukung berbagai kegiatan perusahaan. Dengan demikian, UMKM binaan tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga berpeluang mengembangkan kapasitas usaha berdasarkan kebutuhan pasar yang nyata.

Penguatan Kapasitas melalui Program Inkubasi UMKM

Peresmian Arunika Lounge menjadi bagian dari rangkaian Program Inkubasi UMKM Champion, yang merupakan kelanjutan dari program kolaborasi pengembangan UMKM yang telah dilaksanakan IDSurvey pada 2025.

Program yang berlangsung selama empat bulan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, tata kelola, produktivitas, dan kesiapan UMKM dalam memenuhi standar mutu. Pelaksanaannya meliputi pelatihan, coaching, pendampingan, kunjungan, serta pembahasan studi kasus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan setiap UMKM.

Pengembangan UMKM dalam program tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yaitu capacity building, technical assistance, market access enablement, dan digital readiness. Melalui pendekatan tersebut, IDSurvey mendorong UMKM mitra binaan agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berdaya saing, serta mampu memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memasuki rantai pasok industri.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification, and Classification (TICC), IDSurvey memandang pemenuhan standar dan peningkatan kualitas sebagai fondasi penting agar UMKM dapat tumbuh secara konsisten, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan konsumen.

Selain menyediakan ruang promosi secara fisik, IDSurvey turut menghadirkan e-Katalog Produk UMKM Mitra Binaan IDSurvey Group. Kanal digital tersebut menjadi sarana untuk memperluas eksposur dan akses pemasaran produk kepada lingkungan internal perusahaan maupun pemangku kepentingan yang lebih luas.

Menciptakan Nilai Bersama melalui Pemberdayaan UMKM

Nama Arunika, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan bermakna cahaya fajar, merepresentasikan harapan, optimisme, dan awal yang baru. Filosofi tersebut sejalan dengan semangat IDSurvey untuk memperkuat sinergi, mendorong pertumbuhan, serta menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Kehadiran Arunika Lounge merupakan salah satu implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IDSurvey yang mengusung semangat EmpoWEring – “Berdaya Bersama, Melayani dengan Hati.”

Bagi IDSurvey, keberlanjutan tidak hanya diukur dari kinerja perusahaan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat. Karena itu, pemberdayaan UMKM diarahkan agar pelaku usaha tidak berhenti sebagai penerima manfaat, tetapi berkembang menjadi mitra usaha yang mandiri, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Melalui Arunika Lounge dan Program Inkubasi UMKM Champion, IDSurvey berharap dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi, memperluas akses pasar, menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, serta memperkuat ekosistem UMKM yang inklusif dan berdaya saing.

Ke depan, Arunika Lounge diharapkan berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kapasitas UMKM, kebutuhan industri, dan peluang pasar. Inisiatif ini sekaligus memperkuat kontribusi IDSurvey Group dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Danantara Segera Bentuk BUMN Tekstil Baru

0

Jakarta, 23 September 2026 — Danantara kembali membuka rencana pembentukan perusahaan baru di sektor tekstil. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan model pengembangan industri tekstil yang terintegrasi dalam satu kawasan, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan tekstil yang telah beroperasi.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pembentukan perusahaan baru tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi industri tekstil nasional. Perusahaan baru itu nantinya juga dapat bermitra dengan perusahaan tekstil eksisting.

“Kita akan bikin perusahaan baru memang, akan bikin perusahaan baru untuk, ya itu, bisa untuk mengembangkan di perusahaan-perusahaan yang sudah ada kita lihat dan kita bisa berpartner dengan existing perusahaan tekstil yang sudah ada,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Rabu (23/9/2026).

Rencana pembentukan BUMN tekstil ini sebelumnya telah bergulir sejak awal 2026. Namun, hingga kini realisasinya belum dilakukan. Danantara memastikan pembahasan terkait perusahaan baru tersebut masih berjalan.

Rosan mengatakan, Danantara melihat terdapat peluang pengembangan pada industri tekstil nasional, termasuk melalui perusahaan yang memiliki kemampuan mesin dan teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Kita terbuka gitu. Selama memang dari segi penciptaan lapangan pekerjaannya itu tinggi dan tetap masih karena kita adalah Danantara, kita tetap mengutamakan agar investasinya itu mempunyai return yang baik ya,” ujarnya.

Selain membentuk perusahaan baru, Danantara menyiapkan konsep pengembangan industri tekstil dalam satu kawasan terintegrasi. Model tersebut akan menjadi bagian dari inisiatif yang disiapkan Danantara untuk sektor tekstil.

“Tapi untuk yang terintegrasi, itu kita akan yang menginisiasi, yang terintegrasi di dalam satu kawasan,” kata dia.

Beli Tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 via wondr by BNI, Diskon hingga Rp300 Ribu

0

Jakarta, 23 September 2026 — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan penawaran khusus bagi nasabah yang ingin menyaksikan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, NTB pada 9-11 Oktober 2026.

Melalui wondr by BNI, nasabah berkesempatan memperoleh diskon pembelian tiket hingga Rp300.000 menggunakan Kartu Kredit atau Kartu Debit BNI selama periode 16 September hingga 11 Oktober 2026.

Penawaran tersebut memberikan kemudahan bagi nasabah untuk membeli tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui kanal digital BNI sekaligus memanfaatkan berbagai fasilitas pembayaran yang tersedia.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya BNI memperluas pemanfaatan wondr by BNI untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi dan gaya hidup nasabah “Melalui wondr by BNI, kami ingin memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengakses berbagai kebutuhan, termasuk menikmati ajang olahraga kelas dunia seperti MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Penawaran ini kami hadirkan agar nasabah memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan pembelian tiket sesuai kebutuhannya,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tersedia dalam beberapa kategori sesuai pilihan area dan fasilitas yang ditawarkan penyelenggara. Nasabah dapat memperoleh diskon hingga Rp300.000 dengan menggunakan Kartu Kredit atau Kartu Debit BNI yang memenuhi ketentuan program.

Untuk Kartu Kredit BNI, penawaran berlaku bagi pemegang kartu BNI Style Titanium, Platinum, Precious, Signature, World, Ultimate, Infinite, dan Private. Sementara untuk kartu debit, program berlaku bagi Kartu Debit BNI berlogo Mastercard. Program tidak berlaku untuk Kartu Kredit BNI Silver, Gold, dan Corporate Card.

Nasabah dapat membeli maksimal lima tiket per akun per hari selama kuota program masih tersedia. Pemegang Kartu Kredit BNI juga dapat memanfaatkan fasilitas cicilan 0% dengan pilihan tenor 3, 6, dan 12 bulan untuk transaksi minimal Rp1 juta, kecuali Kartu Kredit BNI Corporate Card dan Kartu Kredit BNI AMEX.

Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari pengembangan wondr by BNI sebagai kanal digital yang tidak hanya mendukung transaksi perbankan sehari-hari, tetapi juga memberikan akses terhadap berbagai kebutuhan gaya hidup dan hiburan.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Pengembangan wondr by BNI menjadi bagian dari upaya tersebut, termasuk memperluas pemanfaatannya untuk berbagai kebutuhan transaksi dan gaya hidup.

Informasi lengkap mengenai program pembelian tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui wondr by BNI dapat diakses melalui bni.id/wondr-motogp.

Akselerasi Hilirisasi Mineral Dipandang Pengamat Perlu Sinkronisasi Kebijakan Pusat & Daerah

0

Jakarta, 23 September 2026 — Akselerasi hilirisasi mineral di Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan kapasitas industri. Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci agar manfaat nilai tambah dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, tantangan hilirisasi tidak hanya berada pada aspek teknis industri, tetapi juga pada tata kelola kebijakan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Menurut Faisal, sebagian persoalan hilirisasi justru berada di luar kendali korporasi, terutama yang berkaitan dengan regulasi, koordinasi lintas lembaga, hingga implementasi di tingkat daerah.

“MIND ID bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Jadi ini nggak bisa sendiri, karena ada ranah yang bisa diselesaikan dari tataran korporasi, tapi ada yang di tataran kebijakan,” kata Faisal dalam diskusi MediaMIND 2026 di Jakarta.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat direspons lebih cepat. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi sosial, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat.

Di sisi lain, kapasitas pemerintah daerah masih menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kewenangan dan anggaran membuat daerah belum sepenuhnya mampu mengantisipasi dampak yang muncul dari aktivitas hilirisasi, termasuk tekanan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat.

Faisal menilai, berbagai eksternalitas negatif seperti penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat perlu diperhitungkan sejak awal dalam perencanaan investasi. Tanpa perencanaan yang matang, beban tersebut berpotensi dialihkan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Sebagai salah satu instrumen penguatan kapasitas daerah, Faisal menilai dana bagi hasil (DBH) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Ia mencontohkan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah yang tengah mendorong peningkatan porsi DBH untuk mendukung pembangunan di wilayah terdampak hilirisasi.

“Tapi untungnya sih beberapa daerah yang sekarang sedang mengusahakan untuk peningkatan DBH di Sulawesi Tengah, seperti Morowali itu, sedang mengusahakan itu, jadi ada tambahan dari DBH,” ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah, Provinsi Sulawesi Tengah menerima alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,13 triliun pada 2026, dengan kontribusi DBH mencapai Rp272,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sektor sumber daya alam masih menjadi penyumbang utama, terutama dari royalti mineral dan batubara.

Selain penguatan fiskal daerah, integrasi hilirisasi juga perlu mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.600 UMKM di Morowali, baru sekitar 30 yang terhubung dengan rantai pasok industri, menunjukkan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi ekonomi lokal.

Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga didorong untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik berbasis kebutuhan wilayah.

Sebagai salah satu kawasan utama hilirisasi nikel, Morowali saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan mineral, termasuk melalui kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Sejumlah proyek pengolahan nikel juga terus dikembangkan untuk memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.

Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID melalui PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu pelaku yang mengembangkan proyek hilirisasi terintegrasi di Sulawesi. Proyek Indonesia Growth Project (IGP) yang tengah berjalan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan di beberapa lokasi, termasuk Pomalaa, Morowali, dan Sorowako.

Pengembangan proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah mineral, tetapi juga mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem industri nasional.

Faisal menegaskan, keberhasilan hilirisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang terintegrasi mampu memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Vale Buka Lowongan Kerja Posisi Mechanical Engineer, Ini Syaratnya!

0

Jakarta, 23 September 2026 – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) kembali membuka kesempatan berkarier bagi para profesional di bidang teknik. Kali ini, perusahaan tambang tersebut membuka lowongan untuk posisi Mechanical Engineer dengan penempatan kerja di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Informasi mengenai lowongan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi PT Vale Indonesia. Dalam unggahannya, PT Vale Indonesia mengajak para kandidat untuk bergabung dengan lingkungan kerja yang mengedepankan keberagaman, etika, tanggung jawab, serta pembangunan masa depan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Adapun posisi yang dibuka adalah Mechanical Engineer.

Posisi ini memiliki tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan desain dan rekayasa mekanikal dalam suatu proyek, termasuk sejak tahap studi kelayakan hingga memasuki fase commissioning.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam pengumuman, Mechanical Engineer bertugas menyediakan pekerjaan mechanical engineering design mulai dari engineering feasibility study hingga fase commissioning proyek.

Pekerjaan tersebut harus menghasilkan keluaran atau deliverables dengan kualitas yang baik serta memenuhi standar perusahaan dan berbagai kode maupun standar nasional serta internasional yang berlaku.

Selain mengerjakan aspek desain, Mechanical Engineer juga akan memberikan dukungan teknis kepada departemen operasional dan pemeliharaan ketika menghadapi permasalahan teknis. Dukungan tersebut mencakup proses problem solving hingga melakukan root cause analysis untuk membantu menemukan akar permasalahan yang terjadi.

Tanggung jawab lainnya adalah melakukan technical review terhadap desain yang dibuat oleh mechanical engineer lainnya. Dengan demikian, posisi ini tidak hanya berkaitan dengan penyusunan desain mekanikal, tetapi juga memastikan desain tersebut telah memenuhi standar teknis dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

PT Vale Indonesia membuka kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya perusahaan membangun tim yang beragam. Dalam materi rekrutmennya, perusahaan juga menekankan pentingnya keberagaman, etika, dan tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, serta berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang tertarik dengan posisi tersebut, batas akhir pendaftaran adalah 28 September 2026. Pelamar diimbau untuk memperhatikan batas waktu tersebut dan mengikuti proses pendaftaran melalui kanal resmi perusahaan.

PT Vale Indonesia juga mengingatkan para pencari kerja untuk mewaspadai penipuan berkedok rekrutmen. Perusahaan menegaskan bahwa PT Vale Indonesia tidak memungut biaya apa pun selama proses rekrutmen. Karena itu, calon pelamar perlu berhati-hati apabila menerima informasi yang meminta pembayaran, biaya administrasi, atau pungutan lainnya dengan mengatasnamakan proses perekrutan PT Vale Indonesia.

Informasi mengenai lowongan resmi dan proses pendaftaran dapat diperoleh melalui halaman karier resmi PT Vale Indonesia di vale.com/indonesia/career.html.