Home Blog Page 9

BSN Buka Lowongan Kerja Posisi Manager, Cek Deadlinenya!

0

Jakarta, 18 September 2026 – PT Bank Syariah Nasional (BSN) membuka kesempatan kerja untuk posisi Trading & Investment Department Head. Posisi ini diperuntukkan bagi profesional yang memiliki pengalaman kuat di bidang treasury, khususnya aktivitas trading dan investasi pada instrumen valuta asing (foreign exchange/forex) serta fixed income.

Berdasarkan informasi lowongan yang dibuka perusahaan, pelamar dapat mengajukan lamaran hingga 4 Oktober 2026.

Posisi tersebut merupakan karyawan tetap dengan sistem kerja Work From Office (WFO) dan ditempatkan di wilayah DKI Jakarta. Posisi Trading & Investment Department Head berada dalam fungsi Treasury & International Banking dengan level jabatan Department Head/Manager.

Dalam posisi ini, kandidat yang terpilih akan memimpin dan mengelola Departemen Treasury Trading & Investment.

Tanggung jawab utamanya adalah mengoptimalkan pendapatan bank melalui transaksi forex serta pengelolaan portofolio fixed income dan investasi secara prudent, menguntungkan, dan likuid, dengan tetap memperhatikan prinsip syariah.

Pengelolaan investasi tersebut secara khusus mencakup portofolio Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) maupun surat berharga lain yang memenuhi kriteria. Dalam menjalankan aktivitasnya, pemegang jabatan harus memastikan seluruh transaksi tetap berada dalam kewenangan dan limit transaksi yang telah ditetapkan oleh bank.

Kandidat juga akan bertanggung jawab memantau pergerakan pasar dan yield curve, sekaligus mengidentifikasi peluang trading dan investasi.

Selain itu, posisi ini mencakup pengelolaan kinerja portofolio serta risiko pasar, termasuk memberikan market view dan rekomendasi pricing yang dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan transaksi maupun pengelolaan portofolio.

Dari sisi strategi, Trading & Investment Department Head akan menyusun market outlook, mengembangkan strategi trading dan investasi, menentukan alokasi aset atau asset allocation, serta mengatur positioning portofolio.

Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pendapatan bank dengan tetap mengacu pada strategi dan target bisnis yang telah ditetapkan.

Posisi ini juga memiliki tanggung jawab dalam membangun dan menjaga hubungan dengan counterparty. Setiap aktivitas transaksi harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip syariah, ketentuan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Treasury Code of Ethics, limit risiko, serta kebijakan dan prosedur internal bank.

Untuk persyaratan pendidikan, BSN menetapkan minimal lulusan S1 dari semua jurusan, sementara pendidikan S2 menjadi nilai tambah. Dari sisi pengalaman, kandidat diharuskan memiliki pengalaman minimal 7-8 tahun dalam aktivitas trading atau dealing Foreign Exchange (Forex/FX) dan Fixed Income, baik pada Banking Book maupun Trading Book.

Selain itu, pelamar diwajibkan memiliki pengalaman minimal 3 tahun pada posisi manajerial atau supervisor di bidang Treasury. Kandidat juga harus memiliki Sertifikasi Profesi Tresuri Jenjang 6 yang masih berlaku serta sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek Pemasar (WPPEP) yang masih berlaku.

BSN juga mensyaratkan kandidat memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai indikator makroekonomi serta pengaruhnya terhadap pasar keuangan dan pasar modal. Kemampuan menyusun, menganalisis, dan mempresentasikan Market Update serta Macroeconomic Outlook secara berkala juga menjadi bagian penting dari persyaratan posisi tersebut.

Kemampuan teknis di bidang fixed income turut menjadi persyaratan. Kandidat diharapkan memiliki pemahaman kuat mengenai Bond Mathematics dan Fixed Income Analytics, termasuk konsep yield curve, bond pricing, duration, convexity, serta berbagai konsep terkait lainnya.

Selain itu, kandidat harus memiliki pengetahuan komprehensif mengenai produk dan aktivitas treasury perbankan. Pengetahuan tersebut mencakup Asset & Liability Management (ALMA/ALM), Money Market, Foreign Exchange (FX), Fixed Income/Bonds, hingga produk derivatif.

Dari sisi teknologi, kandidat diharapkan familiar dan mampu menggunakan berbagai sistem, aplikasi, serta platform informasi pasar Treasury, seperti Bloomberg, Refinitiv Eikon, maupun platform sejenis lainnya.

Kemampuan analisis pasar juga menjadi salah satu kompetensi utama yang dicari. Kandidat harus mampu melakukan analisis pasar dan menyusun rekomendasi trading maupun investment yang tepat serta dapat diimplementasikan dengan mempertimbangkan market outlook, potensi keuntungan, kondisi likuiditas, risiko pasar, limit transaksi, serta strategi dan tujuan portofolio bank.

Dalam persyaratan lainnya, BSN menetapkan bahwa kandidat tidak memiliki hubungan keluarga dengan manajemen ataupun pegawai BSN.

Bagi profesional yang memiliki latar belakang kuat di bidang treasury, trading, fixed income, dan pasar valuta asing, posisi ini menawarkan jenjang karier pada level Department Head/Manager di fungsi Treasury & International Banking. Lamaran untuk posisi Trading & Investment Department Head dapat diajukan hingga 4 Oktober 2026.

Tekan Emisi Karbon, Pelindo-PLN Perkuat Elektrifikasi Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok

0

Jakarta, 17 September 2026 – PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) dengan total kapasitas 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Fasilitas itu menjadi unit pertama dari program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok sebagai bagian dari sinergi kedua pihak dalam mendukung efisiensi dan dekarbonisasi sektor maritim.

Dua unit OPS yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (joint venture) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA).

Fasilitas itu memungkinkan kapal yang sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih menggunakan pasokan listrik yang lebih efisien dan bersih dari darat.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas OPS selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan green port. Upaya ini menjadi penting, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.

“Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Darmawan dikutip Kamis, (17/9/2026).

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan fasilitas OPS di DSN, Tanjung Priok itu menjadi yang pertama di Indonesia yang lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025.

Melalui sistem OPS, listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui fasilitas konversi yang mendukung kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga mampu melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.

“Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan,” kata Achmad.

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia, Andriyuda Siahaan mengatakan, pengembangan OPS rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai dari kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 24 unit pada 2027 dan berpotensi direplikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, serta pelabuhan lain hingga mencapai 123 unit OPS pada 2050.

Sementara itu, melalui hasil uji coba OPS di Tanjung Priok, lanjut Andriyuda, menunjukkan adanya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan dalam satu kali sandar.

“Kita lakukan uji coba, tidak sampai 24 jam efisiensinya mencapai sekitar 700 liter (setara 50 hingga 60 persen per hari sandar). Tidak sampai 24 jam,” ujar Andriyuda.

Ia menambahkan, manfaat dari efisiensi tersebut akan semakin besar apabila penerapan OPS dilakukan secara lebih luas. Melalui implementasi penuh pada 24 unit berkapasitas total 12 MVA yang rencananya akan dibangun, potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai sekitar 4–5 juta liter per tahun, dengan potensi penurunan emisi hingga sekitar 8–10 ribu ton CO2 per tahun.

Selain menekan emisi karbon, penggunaan listrik dari darat juga mengurangi polusi udara, kebisingan, dan getaran yang ditimbulkan dari kapal selama bersandar. Dari sisi kualitas pasokan, hasil uji coba menunjukkan tegangan listrik juga berada pada level stabil.

“Hasil uji coba OPS di Tanjung Priok membuktikan bahwa elektrifikasi pelabuhan memberikan dampak yang terukur, mulai dari penghematan bahan bakar hingga 60 persen per hari sandar, penurunan emisi karbon sekitar 1,5 ton CO2 per hari sandar, hilangnya asap dan kebisingan genset, hingga kualitas daya listrik yang jauh lebih stabil bagi kapal,” tutur Andriyuda.

Pembangkit Sampah Bogor Raya 1 Bakal Kelola 500 Ribu Ton Sampah, PLN Bakal Serap Listrik

0

Jakarta, 18 September 2026 – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengungkapkan, PSEL Bogor Raya 1 menjadi fasilitas PSEL ketiga yang memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya (Bali) dan PSEL Kota Bekasi.

Fasilitas ini bagian dari upaya mempercepat pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan dan berbasis teknologi ramah lingkungan, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

“Permasalahan sampah tidak hanya memengaruhi kehidupan kita saat ini, tetapi juga masa depan anak-anak kita,” ungkap Pandu dalam acara peresmian yang berlangsung kemarin, (17/9/2026).

Pandu mengatakan, proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun.

PSEL Bogor Raya 1 tidak hanya menghadirkan solusi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, antara lain terbukanya sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PT PLN (Persero) juga dilakukan saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1, menandai dimulainya penyerapan pasokan listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut ke jaringan PLN. Kerja sama komersial ini memberikan kepastian offtake serta mendukung kelangsungan operasi proyek selama masa konsesi.

Langkah strategis tersebut mencerminkan komitmen para pemangku kepentingan dalam mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) akan dilakukan antara PLN dan masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL, dengan tarif pembelian listrik sebesar 0,20 dolar AS per kWh untuk seluruh kapasitas yang dihasilkan.

PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028, dikembangkan dan dijalankan oleh BUPP Nusantara Bogor New Energy. Fasilitas ini akan mengelola hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik di kawasan Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

TNI AD selaku pemilik lahan telah menandatangani surat Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait penggunaan lahan lokasi tersebut untuk pengembangan fasilitas PSEL. Selanjutnya, proses hibah lahan akan dilaksanakan guna memastikan status kepemilikan lahan berada pada Pemerintah Daerah yang tergabung dalam aglomerasi PSEL Bogor Raya 1.

Selain fasilitas PSEL Bogor Raya 1, di tahap selanjutnya DIM dan Denera juga tengah menyiapkan proyek PSEL Bogor Raya 2 yang berlokasi di kawasan Kayumanis, Kota Bogor.

Fasilitas tersebut akan mengolah sampah yang berasal dari Kota Bogor dan Kota Depok. Secara keseluruhan, proyek PSEL direncanakan untuk hadir di 17 titik mencakup 33 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai upaya mengatasi kedaruratan sampah secara nasional.

“PSEL Bogor Raya I dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Waskita Toll Road Sabet Gelar Anak Perusahaan BUMN Terbaik Kategori Manajemen dan Operasi Jalan Tol

0

Jakarta, 16 September 2026 – PT Waskita Toll Road (WTR) meraih penghargaan Top SOE Subsidiaries Awards 2026 pada kategori Manajemen dan Operasi Jalan Tol dalam rangkaian acara The Eight Brand Equity Forum 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics Media di Gedung Perum BULOG, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Bagi WTR, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi refleksi atas pentingnya menjaga kepercayaan dan reputasi perusahaan di tengah dinamika industri infrastruktur.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi seluruh insan Waskita Toll Road yang terus berkontribusi dalam menjalankan kegiatan perusahaan, sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat melalui pengelolaan jalan tol yang mendukung konektivitas secara aman, cepat, dan nyaman,” ujar Asep Mudzakir, Plt. Direktur Utama PT Waskita Toll Road.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi WTR untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan dengan tetap membangun hubungan yang positif dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemegang saham, mitra usaha, pengguna jalan tol, masyarakat, maupun pihak terkait lainnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan peran WTR sebagai Perusahaan yang bergerak di investasi dan pengelolaan jalan tol. WTR memandang pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung terbukanya akses menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Ke depan, WTR akan terus memperkuat perannya sebagai pengendali dan pengelola jalan tol yang unggul dan berkelanjutan, melalui penguatan fundamental Perusahaan, penerapan tata kelola yang baik, dan penciptaan nilai jangka panjang.” tambah Asep.

 

BULOG dan Bapanas Akselerasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 619.290 Penerima di Provinsi Riau

0
  • Melalui kolaborasi Bapanas dan BULOG, pemerintah terus memastikan penyaluran Bantuan Pangan Beras berjalan optimal sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program hingga akhir tahun.

Pekanbaru, 17 September 2026 – Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengakselerasi penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Provinsi Riau sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam menjaga akses pangan masyarakat. Akselerasi Penyaluran bantuan pangan ini di lakukan langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. bersama Direktur Utama Perum BULOG Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., didampingi Pemimpin Wilayah BULOG Riau dan Kepri Dani Satrio di Kantor Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Kegiatan turut dihadiri Plt. Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau dan Jajaran Bapanas. Kehadiran langsung pemerintah dalam proses penyaluran ini menegaskan komitmen untuk memastikan distribusi Bantuan Pangan Beras berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Provinsi Riau.

Pada alokasi Juli–September 2026, Bantuan Pangan Beras di Provinsi Riau diperuntukkan bagi 619.290 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total kuantum 18.578.700 kilogram beras. Khusus Kota Pekanbaru, bantuan dialokasikan kepada 60.478 PBP dengan total 1.814.340 kilogram. Sementara itu, Kecamatan Marpoyan Damai memiliki 8.313 PBP dengan kuantum 249.390 kilogram, termasuk Kelurahan Tangkerang Tengah sebanyak 2.512 PBP dengan kuantum 75.360 kilogram beras.

Dari sisi realisasi, penyaluran Bantuan Pangan Beras Kota Pekanbaru alokasi Februari–Maret 2026 telah mencapai 100 persen, sedangkan alokasi Juli–September 2026 telah terealisasi 50 persen per 16 September 2026. Penyaluran Juli–September terus diakselerasi oleh BULOG bersama Bapanas dan pemerintah daerah karena program bantuan pangan akan dilanjutkan untuk alokasi Oktober–Desember 2026 sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan akses pangan masyarakat. Arahan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden untuk melanjutkan bantuan pangan beras hingga akhir 2026.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. menyampaikan bahwa Bantuan Pangan Beras merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami hadir untuk menjalankan penugasan pemerintah dalam menyalurkan Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat. Atas perintah Bapak Presiden, bantuan pangan disalurkan ke seluruh Indonesia untuk 33,4 juta penerima, termasuk di Provinsi Riau sebanyak 619 ribu penerima. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat Indonesia, dan BULOG siap memastikan bantuan tersebut tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak menerima” ujar Amran.

Direktur Utama Perum BULOG Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menegaskan bahwa BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah dalam penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Bapak dan Ibu, saudara-saudara sekalian, bantuan pangan ini merupakan bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang disalurkan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 4. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, bantuan pangan ini terus disalurkan agar dapat diterima dan memberikan manfaat bagi keluarga yang membutuhkan,” ujar Rizal.

Selain penyaluran Bantuan Pangan Beras, rangkaian kegiatan di Provinsi Riau juga diisi dengan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Riau serta penanaman pohon kelapa, nenas, dan jagung sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan produksi dan ketahanan pangan dalam negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pangan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi Bapanas dan BULOG, pemerintah terus memastikan penyaluran Bantuan Pangan Beras berjalan optimal sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program hingga akhir tahun. BULOG berkomitmen menjaga ketersediaan stok, kualitas beras, dan kelancaran distribusi sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pangan pemerintah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Garuda Indonesia Hadirkan Lebih dari 100 Konten Hiburan Baru Tiap 2 Bulan

0

Jakarta, 16 September 2026 – Garuda Indonesia menghadirkan lebih dari 100 konten hiburan baru dalam setiap siklus pembaruan. Pembaruan yang sebelumnya dilakukan setiap tiga bulan kini dipercepat menjadi setiap dua bulan.

Dengan pembaruan tersebut, penumpang dapat menikmati lebih dari 300 pilihan konten hiburan untuk memberikan pengalaman yang semakin beragam bagi pengguna jasa selama penerbangan.

Untuk periode Oktober-November 2026, sejumlah konten terbaru yang disiapkan Garuda Indonesia mencakup film seperti One Battle After Another, Supergirl, dan The Bride.

Pilihan hiburan juga dilengkapi serial televisi, podcast, serta musik dari sejumlah musisi, seperti KIM, Pee Wee Gaskins, Abdul & The Coffee Theory, Taylor Swift, Billie Eilish, dan Kacey Musgraves.

Vice President Director Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengatakan pembaruan konten tersebut merupakan bagian dari peningkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan penumpang.

“Kami ingin penumpang, termasuk mereka yang rutin terbang bersama Garuda Indonesia, dapat menemukan pilihan baru yang membuat perjalanan terasa semakin nyaman dan menyenangkan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis, (17/9/2026).

Selain melalui layar hiburan di kursi atau seatback entertaiment, Garuda Indonesia juga menyediakan akses hiburan melalui Wireless IFE yang memungkinkan penumpang menggunakan perangkat pribadi, seperti smartphone, tablet, maupun laptop.

Layanan tersebut telah tersedia pada sedikitnya 14 pesawat, yang terdiri dari Boeing 737-800NG, Boeing 737-8 MAX, dan Airbus A330-900neo.

Mengusung konsep Bring Your Own Device (BYOD) yang diperkenalkan sejak 2024, layanan ini memungkinkan penumpang menikmati pilihan hiburan melalui perangkat pribadi seperti smartphone, tablet, maupun laptop.

Kehadiran Wireless Inflight Entertainment (IFE) memberikan fleksibilitas bagi pengguna jasa untuk mengakses hiburan melalui perangkat yang akrab digunakan sehari-hari.

Thomas mengatakan optimalisasi IFE menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan fasilitas di dalam pesawat terus berkembang mengikuti preferensi pengguna jasa.

Lebih lanjut, Thomas bilang kehadiran film, serial, podcast, dan musik yang diperbarui secara berkala memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk menikmati waktu di udara sesuai minat masing-masing.

“Setiap penumpang memiliki cara sendiri untuk menikmati penerbangan. Karena itu, kami terus mengembangkan pilihan konten sekaligus kemudahan aksesnya, baik melalui layar kursi maupun perangkat pribadi. Bagi kami, keberhasilan transformasi juga tercermin dari bagaimana setiap peningkatan layanan dapat dirasakan manfaatnya dalam perjalanan,” ujar Thomas.

Melalui pembaruan koleksi yang lebih sering serta pengembangan akses hiburan, Garuda Indonesia terus memperkuat kualitas pengalaman di dalam kabin sebagai bagian dari transformasi layanan secara berkelanjutan.

Ke depan, pengembangan IFE akan terus diselaraskan dengan masukan pengguna jasa dan perkembangan teknologi, agar setiap pembaruan memberikan nilai tambah bagi kenyamanan perjalanan.

BUMN Disiapkan Bangun Industri Etanol, Pemerintah Kejar Target E20 dalam Dua Tahun

0

Jakarta, 17 September 2026 – Pemerintah menyiapkan keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN) melalui Danantara untuk membangun industri pengolahan etanol sebagai bagian dari upaya mencapai target penggunaan campuran bahan bakar nabati (BBN) berbasis etanol sebesar 20 persen atau E20 dalam dua tahun mendatang.

Menurut Zulkifli, Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan menyiapkan rencana terkait kebutuhan lahan, sementara Danantara akan mengambil peran pada sisi pembangunan industri pengolahan etanol.

“Oleh karena itu tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya. Danantara nanti industrinya ya, mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu, ya,” ujar Zulkifli di Istana Kepresidenan Jakarta, ditulis Kamis (17/9/2026).

Pemerintah memetakan potensi lahan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Zulkifli menyebut ketersediaan lahan menjadi titik krusial dalam pengembangan industri etanol nasional.

“Nah, kemudian Danantara yang akan membangun industrinya. Dalam 2 tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dunia sekarang, kita harus mampu untuk menghasilkan E20,” kata dia.

Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan utama berupa penyediaan lahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Untuk itu, pemetaan lahan dilakukan lintas wilayah dengan melibatkan Kementerian Pertanian dan BUMN.

Zulkifli menegaskan, seluruh kebutuhan etanol untuk E20 tahap awal ditargetkan berasal dari produksi dalam negeri. Pemerintah kemudian akan meningkatkan bauran etanol secara bertahap hingga mencapai E50 dalam jangka panjang.

“Iya, E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50 seperti B50, tapi yang pertama ini E20. Jangka panjang akan menuju E50,” tandasnya.

Menkeu Berganti, Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu Tetap Berjalan

0

Jakarta, 17 September 2026 — CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkap perkembangan pengalihan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Proses itu tetap berjalan meski terjadi pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Rosan memastikan pergantian pucuk pimpinan Kemenkeu tidak memengaruhi program pemerintah yang sedang berjalan, termasuk proses pengalihan utang Whoosh. Ia mengatakan pembahasan terkait program-program yang masih berjalan akan segera dilakukan bersama Menteri Keuangan yang baru.

“Saya rasa tidak akan masalah karena pergantian, tadi sempat bicara dengan Pak Suahasil, semua program-program yang masih berjalan atau outstanding kita akan segera duduk bareng,” ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Kamis (17/9/2026).

Rosan juga mengatakan dirinya telah berencana bertemu dengan Suahasil Nazara pada pekan ini untuk menindaklanjuti sejumlah hal yang berkaitan dengan Danantara dan Kementerian Investasi.

“Kita sudah janji akan bertemu hari minggu ini, hari Kamis atau Jumat ini untuk menindaklanjuti beberapa hal yang tentunya berhubungan baik di Danantara maupun juga dan dengan Kementerian Investasi,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan periode 2025-2026, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut pengambilalihan utang Kereta Cepat Whoosh akan dilakukan pada 15 September 2026. Rosan kembali memastikan proses pengalihan tersebut tetap berjalan sesuai rencana.

“Jadi kita kita akan bertemu langsung dengan beliau. Iya, ini sih tim langsung tetap bekerja, mudah-mudahan sih minggu ini bisa beres semua,” tegas dia.

Kisah Inovasi Perawatan Rel yang Ramah Lingkungan

0
  • Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan.

JAKARTA — Setiap perjalanan kereta api yang membawa pelanggan menuju berbagai tujuan melewati proses panjang untuk memastikan jalur rel tetap dalam kondisi baik. Di balik perjalanan tersebut, terdapat berbagai inovasi perawatan prasarana yang terus dikembangkan KAI melalui penggunaan material dan teknologi yang semakin modern.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pengembangan dalam perawatan prasarana melalui pemanfaatan bantalan sintetis serta penggunaan peralatan perawatan berbasis baterai dan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam menjaga kualitas jalur rel, meningkatkan efisiensi pekerjaan lapangan, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perjalanan kereta api yang aman dan nyaman didukung oleh kesiapan berbagai aspek, termasuk prasarana yang menjadi tempat kereta api bergerak.

“Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan. KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anne.

Salah satu inovasi yang diterapkan KAI adalah penggunaan bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane sebagai alternatif material bantalan rel. Material ini memiliki umur teknis lebih panjang dibandingkan bantalan kayu serta memiliki ketahanan terhadap cuaca dan kondisi lingkungan yang lebih baik.

Penggunaan bantalan sintetis terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data KAI, pengadaan bantalan sintetis tercatat sebanyak 5.656 batang pada 2022, meningkat menjadi 16.353 batang pada 2023, kemudian sebanyak 15.864 batang pada 2024, 13.789 batang pada 2025, dan 16.839 batang pada 2026. Secara keseluruhan, sepanjang periode 2022 hingga 2026, KAI telah melakukan pengadaan sebanyak 68.501 batang bantalan sintetis.

Anne menjelaskan bahwa penggunaan bantalan sintetis mendukung proses pemeliharaan jalur rel karena memiliki daya tahan yang lebih panjang. Material tersebut membantu mengurangi frekuensi penggantian material, mengurangi penggunaan kayu sebagai bahan baku, serta mendukung pengurangan timbulan limbah dari pergantian material.

Untuk memastikan kualitas material sebelum digunakan, bantalan sintetis melalui berbagai pengujian teknis. Pengujian tersebut meliputi uji kekuatan lentur dan modulus Young, ketahanan beban lentur, kekuatan tekan longitudinal, kekuatan geser, kekuatan geser lekat, tegangan tembus arus, resistansi isolasi, kekuatan cabut screw spike, pengukuran dimensi, ketahanan api, ketahanan fatik, hingga ketahanan terhadap cuaca.

Selain penggunaan material baru pada jalur rel, KAI juga melakukan transformasi pada peralatan perawatan prasarana melalui penggunaan teknologi berbasis baterai dan listrik. Peralatan cordless mulai digunakan untuk mendukung pekerjaan perawatan agar semakin efisien serta memberikan kemudahan bagi petugas di lapangan.

Saat ini, beberapa peralatan berbasis baterai yang digunakan KAI meliputi impact wrench, mesin bor, lampu penerangan, gerinda, dan track geometry trolley. Peralatan tersebut mendukung berbagai aktivitas perawatan, mulai dari pemasangan komponen jalur rel, pekerjaan pengeboran, penerangan area kerja, pemotongan material, hingga pengukuran geometri jalur rel.

KAI juga menyiapkan pengembangan penggunaan peralatan berbasis baterai melalui rencana pengadaan berbagai perangkat, seperti battery rail saw, rail grinder, electric hydraulic jack, battery-powered portable tamper, battery drill, electric paint sprayer, electric high-pressure washer, serta chain saw. Penggunaan peralatan tersebut mendukung pekerjaan perawatan prasarana yang lebih praktis, ergonomis, dan efisien.

Transformasi peralatan perawatan prasarana menuju teknologi berbasis baterai dan listrik menjadi bagian dari langkah KAI dalam mengurangi penggunaan peralatan berbasis bahan bakar serta mendukung operasional perawatan yang lebih ramah lingkungan.

Selain pengembangan teknologi perawatan, KAI juga menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan pada fasilitas prasarana. Program tersebut mencakup penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan limbah cair dari aktivitas pencucian dan perawatan memenuhi baku mutu sebelum dilepas ke lingkungan, pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan, serta audit lingkungan rutin pada area kerja.

KAI juga menyiapkan rencana pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Balai Yasa Prasarana melalui instalasi panel surya fotovoltaik untuk mendukung kebutuhan listrik operasional. Langkah tersebut dilengkapi dengan penerapan efisiensi energi serta konsep green building pada fasilitas perawatan prasarana.

Anne menambahkan bahwa inovasi pada prasarana menjadi bagian dari perjalanan KAI dalam menghadirkan layanan kereta api yang semakin siap menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perjalanan kereta api dimulai dari jalur yang terawat. Melalui inovasi material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan, KAI terus menjaga kualitas prasarana agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan andal,” tutup Anne.

HKI Komitmen Implementasikan GCG Berkelanjutan

0
  • Perbaikan tersebut menjadi bukti dari upaya HKI dalam membangun sistem tata kelola yang semakin efektif, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Jakarta – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) berhasil meraih hasil positif dalam penilaian tata kelola perusahaan melalui penilaian GCG berdasarkan Skor ACGS (Asean Corporate Governance Scorecard), dengan skor keseluruhan 87,63 poin dan predikat kepatuhan “Good” (Level 3). Capaian ini menunjukkan komitmen HKI dalam mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan yang selaras dengan standar internasional serta mendukung penguatan bisnis yang berkelanjutan.

Hasil penilaian tersebut juga menunjukkan konsistensi HKI dalam membangun fondasi tata kelola yang kuat meskipun beroperasi sebagai perusahaan non-listed di sektor infrastruktur yang memiliki kompleksitas bisnis tinggi.

Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman, menyampaikan pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen seluruh insan HKI dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan secara konsisten.

“Penerapan tata kelola yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan. Capaian ini menjadi motivasi bagi HKI untuk terus meningkatkan kualitas implementasi GCG agar semakin mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan,” ujar Resnu.

 

Hasil penilaian GCG ini menunjukkan terjadi penguatan dalam implementasi tata kelola yang di semua lini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut menjadi bukti dari upaya HKI dalam membangun sistem tata kelola yang semakin efektif, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

“Ke depan, HKI akan menindaklanjuti rekomendasi hasil penilaian melalui rencana penguatan tata kelola dalam tiga tahun mendatang. Upaya tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam membangun organisasi yang semakin transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tambah Resnu.

Melalui penguatan tata kelola perusahaan, HKI terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Asta Cita ke-7 Presiden RI dalam memperkuat reformasi tata kelola, hukum, dan kelembagaan melalui penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta integritas. Dengan tata kelola yang semakin kuat, HKI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan organisasi yang profesional dan berdaya saing guna mendukung pembangunan nasional.