Jakarta, 8 Oktober 2026 — Indonesia Financial Group (IFG) terus berupaya memperkuat sinergi komunikasi di seluruh ekosistem melalui penyelenggaraan IFG Communication Forum 2026 yang diikuti fungsi komunikasi dari 17 entitas anggota holding. Forum ini menjadi wadah penyelarasan strategi komunikasi perusahaan agar narasi, agenda setting, pengelolaan isu, serta publikasi di seluruh ekosistem IFG berjalan lebih terpadu, konsisten, dan saling memperkuat.
Penyelarasan strategi komunikasi tersebut diarahkan untuk mendukung tema besar komunikasi Danantara Indonesia, “Transformasi Nyata”, yang menekankan transformasi yang dapat dirasakan dan dibuktikan melalui institusi yang lebih kuat, peningkatan kapasitas nasional, serta cara kerja yang lebih baik. Dalam konteks IFG, narasi tersebut diterjemahkan melalui “Transformasi Bisnis untuk Memperkuat Ketahanan Finansial dan Menciptakan Nilai Berkelanjutan.”
Kepala Departemen Komunikasi Korporasi IFG, I Gede Suhendra mengatakan, komunikasi memiliki peran penting untuk menerjemahkan agenda transformasi perusahaan menjadi narasi yang relevan, mudah dipahami, dan memiliki keterkaitan langsung dengan manfaat yang diterima masyarakat.
“Komunikasi IFG Group tidak cukup hanya berjalan pada level masing-masing entitas. Seluruh anggota holding perlu memiliki arah narasi yang sama sehingga berbagai capaian bisnis, pelayanan, dan kontribusi kepada masyarakat dapat dikonsolidasikan menjadi satu cerita besar mengenai peran nyata ekosistem IFG,” ujar Suhendra.

Menurut dia, kekuatan komunikasi korporasi terletak pada kemampuannya menghubungkan strategi bisnis dengan bukti nyata di lapangan. Karena itu, IFG mendorong agar setiap aktivitas komunikasi tidak hanya berorientasi pada eksposur, tetapi juga mampu menjelaskan dampak, nilai tambah, serta relevansi bisnis perusahaan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Sejumlah capaian anggota holding menunjukkan peran tersebut. Jasa Raharja baru-baru ini menyerahkan santunan kepada ahli waris dan korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8. Di sektor penjaminan, Askrindo mencatat volume pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp57 triliun hingga Agustus 2026, yang mencakup sekitar 1,37 juta debitur dan mendukung penyerapan sekitar 1,9 juta tenaga kerja. Sementara itu, Jamkrindo mencatat total penjaminan KUR secara akumulatif mencapai sekitar Rp1.295 triliun sejak 2007 hingga Agustus 2026.
Di sektor asuransi, Jasindo telah menerbitkan 268.251 polis bagi pengunjung Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, melalui perlindungan kecelakaan diri yang terintegrasi dengan tiket masuk destinasi. Sementara IFG Life telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp9,4 triliun sepanjang Januari–Juli 2026.
“Berbagai capaian tersebut harus dikomunikasikan secara lebih terintegrasi. Setiap anggota holding memiliki kontribusi yang berbeda, tetapi seluruhnya membentuk satu ekosistem yang memberikan perlindungan, mendukung pembiayaan usaha, memperluas akses layanan keuangan, dan menciptakan nilai bagi masyarakat,” kata Suhendra.
Melalui IFG Communication Forum 2026, IFG juga mendorong penguatan koordinasi pada aspek agenda setting, pengelolaan isu strategis, publikasi, kanal digital, penguatan brand, hingga pengukuran efektivitas komunikasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsistensi pesan sekaligus memperkuat reputasi dan brand awareness IFG serta seluruh anggota holding.
IFG menilai komunikasi yang terintegrasi menjadi semakin penting seiring proses transformasi bisnis dan penguatan ekosistem perusahaan. Dengan narasi yang konsisten dan didukung bukti kinerja, komunikasi diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas perusahaan, tetapi juga memperkuat pemahaman publik terhadap kontribusi nyata IFG sebagai bagian dari Danantara Indonesia dalam mendukung penguatan industri asuransi, penjaminan, dan investasi nasional.





