HomeEKONOMISempat Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta Sudah Layani Ribuan Penerbangan

Sempat Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta Sudah Layani Ribuan Penerbangan

Jakarta, 10 September 2026 — Bandara Soekarno-Hatta sudah melayani ribuan penerbangan pesawat setelah resmi dibuka kembali sejak Selasa (8/9/2026). Hal ini menunjukkan pemulihan bertahap setelah sempat ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mencatat ada 875 penerbangan pada 8 September 2026 atau sehari setelah operasional kembali dibuka. Sebanyak 436 penerbangan merupakan keberangkatan dan 439 penerbangan kedatangan, yang mencakup rute domestik dan internasional.

Kemudian, pada Rabu (9/9/2026), aktivitas penerbangan di bandara kelolaan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports itu kembali meningkat. Sebanyak 966 penerbangan dijadwalkan beroperasi dengan estimasi 131.495 penumpang. Rinciannya, 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.

“Bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026) dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Selain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat, Bandara Budiarto Curug, Banten dan Bandara Pondok Cabe, Banten juga sudah beroperasi kembali. Selanjutnya, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dan Bandara Radin Inten II di Lampung serta Bandara Atung Bungsu di Sumatera Selatan juga beroperasi.

Dudy mengatakan pembukaan kembali bandara dilakukan dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Kementerian Perhubungan juga meminta masyarakat mengikuti informasi terbaru yang dikeluarkan pemerintah, pengelola bandara, dan maskapai.

“Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan,” tutur Dudy.

Meskipun penerbangan telah kembali berjalan, Kementerian Perhubungan masih memantau kondisi ruang udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kelancaran penerbangan.

Bandara Soekarno-Hatta mulai layani ratusan penerbangan per hari setelah sempat ditutup karena terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026). (Dok: Kemenhub)

Pemantauan dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan informasi PVMBG, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dan saat ini berada pada Status Level III atau Siaga.

Namun, berdasarkan pemantauan BMKG, hingga saat ini belum terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -
Karir

POPULER