Home Blog Page 12

PT Rumah Sakit Pelni Buka Lowongan Kerja, Ada Posisi Administrasi dan Logistik

0

Jakarta, 15 September 2026 – PT Rumah Sakit Pelni membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang memenuhi kualifikasi untuk bergabung dengan anak usaha perusahaan pelat merah tersebut. Rumah sakit yang merupakan bagian dari ekosistem IHC tersebut membuka lowongan untuk dua posisi, yakni Official Administration Staff (SDM) dan Logistics.

Untuk posisi Official Administration Staff (SDM), PT Rumah Sakit Pelni menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon pelamar. Kandidat yang dibutuhkan minimal memiliki latar belakang pendidikan Diploma III (D3) Akuntansi atau Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Selain latar belakang pendidikan, pelamar juga harus bersedia bekerja sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Calon pelamar untuk posisi tersebut juga dituntut memiliki integritas yang tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta motivasi kerja yang tinggi.

Peminat harus mampu bekerja secara individu maupun dalam tim, sehingga kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses rekrutmen.

Dari sisi kemampuan teknis, kandidat Official Administration Staff (SDM) diwajibkan mahir mengoperasikan Microsoft Excel, Microsoft Word, dan Microsoft PowerPoint. Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas administrasi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.

Sementara itu, PT Rumah Sakit Pelni juga membuka lowongan untuk posisi Logistics. Posisi ini ditujukan bagi kandidat dengan pendidikan minimal D3 Farmasi. Perusahaan menyebutkan bahwa kandidat yang memiliki pengalaman di bidang logistik atau warehouse akan lebih diutamakan.

Untuk posisi Logistics, pelamar diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih aktif. Selain itu, kandidat harus memiliki integritas yang tinggi dalam melaksanakan tugas, motivasi kerja yang tinggi, serta kemampuan komunikasi yang baik.

Kandidat Logistics juga harus memiliki kemampuan dalam manajemen waktu dengan baik. Selain itu, calon pekerja dituntut mampu bekerja dalam kondisi tekanan dan memenuhi target capaian yang telah ditetapkan perusahaan.

Kemampuan menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan mandiri juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar.

Adapun dari sisi kemampuan teknis, kandidat yang melamar posisi Logistics diwajibkan mampu mengoperasikan Microsoft Office. Persyaratan tersebut menjadi bagian dari kualifikasi khusus yang ditetapkan PT Rumah Sakit Pelni untuk mendukung pekerjaan administrasi dan operasional logistik.

PT Rumah Sakit Pelni mengingatkan bahwa proses rekrutmen tidak dipungut biaya apa pun. Pelamar juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan perusahaan dan meminta sejumlah uang dalam proses penerimaan karyawan.

Berdasarkan informasi dalam pengumuman, pelamar posisi Official Administration Staff (SDM) dapat mengirimkan lamaran melalui email rekrutmen@rspelni.co.id dengan subjek email menggunakan format “Nama Anda_Posisi”.

Lamaran untuk posisi tersebut ditunggu hingga 15 September 2026. Sementara itu, untuk posisi Logistics, batas waktu pengiriman lamaran adalah hingga 16 September 2026.

Lamaran dikirimkan melalui alamat email yang sama, yakni rekrutmen@rspelni.co.id, dengan mencantumkan subjek sesuai format yang telah ditentukan.

PT Rumah Sakit Pelni juga menegaskan bahwa informasi resmi mengenai rekrutmen hanya melalui alamat email rekrutmen@rspelni.co.id.

InJourney Hospitality Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Perkuat Fondasi Tata Kelola dan Ketahanan Bisnis

0
  • Capaian ini menjadi relevan di tengah dinamika industri hospitality dan pariwisata yang semakin kompetitif dan menghadirkan kompleksitas risiko yang terus berkembang

Jakarta, 10 September 2026 – PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau InJourney Hospitality, bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, meraih tiga penghargaan dalam TOP GRC Awards 202. Capaian tersebut menempatkan penguatan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) sebagai salah satu fondasi penting dalam agenda transformasi perusahaan untuk membangun bisnis hospitality yang semakin adaptif, resilient, dan berkelanjutan.

Dalam ajang tersebut, InJourney Hospitality memperoleh TOP GRC Awards 2026 #Star 4. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bram Ismail*, meraih penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026, dan Komisaris Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bonny Anang Dwijanto, memperoleh penghargaan *The High Performing Board of Commissioners on GRC 2026*.

Tiga penghargaan tersebut mencerminkan penerapan GRC yang tidak hanya bertumpu pada sistem dan kepatuhan, tetapi telah menjadi bagian dari kerangka strategis perusahaan dalam memperkuat kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, efektivitas pengawasan, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Capaian ini menjadi relevan di tengah dinamika industri hospitality dan pariwisata yang semakin kompetitif dan menghadirkan kompleksitas risiko yang terus berkembang. Bagi InJourney Hospitality, penguatan GRC menjadi instrumen penting untuk memastikan transformasi perusahaan berjalan dengan prinsip prudensi, akuntabilitas, integritas, serta orientasi pada keberlanjutan.

*Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bram Ismail,* mengatakan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen dan konsistensi perusahaan dalam menjadikan GRC sebagai bagian integral dari transformasi bisnis.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan konsistensi InJourney Hospitality dalam memperkuat Governance, Risk Management, and Compliance sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi perusahaan. Bagi kami, GRC bukan sekadar instrumen pengendalian dan kepatuhan, tetapi merupakan fondasi dalam memastikan setiap keputusan dan langkah bisnis dilakukan secara prudent, terukur, serta mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Bram.

Menurut Bram, dinamika industri hospitality dan pariwisata yang semakin kompetitif menuntut perusahaan memiliki kemampuan adaptasi sekaligus ketahanan bisnis yang kuat. Karena itu, GRC perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas sebagai business enabler yang mendukung kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, dan penciptaan nilai.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus dibangun di atas tata kelola yang kuat. Dengan risk awareness yang semakin baik, kepatuhan yang konsisten, serta proses pengambilan keputusan yang semakin terintegrasi, kami dapat membangun organisasi yang lebih resilient, adaptif, dan accountable. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan transformasi bisnis InJourney Hospitality memberikan dampak jangka panjang bagi perusahaan sekaligus turut memperkuat ekosistem pariwisata nasional,” lanjut Bram.

Dari sisi pengawasan, Komisaris Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Bonny Anang Dwijanto, menegaskan bahwa penguatan GRC merupakan bagian fundamental dalam memastikan transformasi perusahaan berlangsung secara terarah, akuntabel, dan berkelanjutan. Fungsi pengawasan Dewan Komisaris, menurutnya, tidak berhenti pada pemenuhan prinsip tata kelola, tetapi juga diarahkan untuk memastikan GRC memberikan kontribusi terhadap ketahanan dan penciptaan nilai perusahaan.

“Penerapan GRC yang kuat membutuhkan sinergi antara fungsi pengawasan, Direksi, dan seluruh insan perusahaan. Bagi kami, peran Dewan Komisaris adalah memastikan prinsip-prinsip tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan terintegrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan strategis, sehingga perusahaan memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh secara sehat, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Bonny.

Bonny menambahkan, penguatan GRC menjadi semakin penting seiring dengan perubahan lingkungan bisnis dan tuntutan industri hospitality yang membutuhkan organisasi dengan kemampuan adaptasi serta ketahanan yang tinggi. Tata kelola, menurutnya, harus mampu menjadi bagian dari mekanisme perusahaan dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis.

“Penghargaan ini menjadi refleksi atas komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan tata kelola perusahaan. Kami melihat GRC sebagai fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memastikan setiap langkah transformasi InJourney Hospitality tetap berada dalam koridor prudensi, integritas, dan penciptaan nilai jangka panjang,” lanjut Bonny.

Adapun TOP GRC Awards 2026 #Star 4 yang diterima PT Hotel Indonesia Natour (Persero) merefleksikan bahwa sistem, infrastruktur, dan implementasi yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan yang baik *(Good Corporate Governance)* , manajemen risiko, manajemen kepatuhan, serta pemanfaatan teknologi digital di perusahaan berada pada tingkat sangat baik. Penilaian juga mempertimbangkan implementasi GRC dalam mendukung aspek ESG dan SDGs untuk peningkatan kinerja bisnis yang berkelanjutan.

Penguatan GRC tersebut menjadi semakin strategis bagi InJourney Hospitality dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari ekosistem InJourney Group. Tata kelola yang kuat menjadi landasan dalam memastikan pengelolaan bisnis hospitality, optimalisasi aset, pengembangan usaha, serta peningkatan kualitas layanan berjalan secara prudent, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

TOP GRC Awards 2026 mengusung tema *“Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”*. Penyelenggaraan penghargaan melibatkan sejumlah asosiasi dan institusi profesional di bidang GRC, termasuk Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan PaGi (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), serta dukungan akademisi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia.

Proses penilaian dilakukan secara objektif, independen, dan akuntabel melalui tahapan presentasi dan wawancara penjurian terhadap lebih dari 150 perusahaan di Indonesia. Penilaian mencakup penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, manajemen kepatuhan, pemanfaatan teknologi digital, serta kontribusi implementasi GRC terhadap aspek ESG dan SDGs.

*Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Prof. Mardiasmo,* menjelaskan bahwa penguatan governansi saat ini telah berkembang dari sekadar kepatuhan terhadap struktur dan regulasi menuju governansi yang mampu membentuk kualitas perilaku, keputusan, ketahanan, dan penciptaan nilai perusahaan.

“Transformasi ini mengharuskan perusahaan meruntuhkan batasan ‘silo’ antar departemen dengan menyinergikan tiga standar global utama: ISO 37000 sebagai penentu arah governans yang berbasis tujuan, ISO 31000 sebagai radar manajemen risiko yang strategis, dan ISO 37301 sebagai fondasi bagi budaya kepatuhan organisasi. Perpaduan antara desain keberlanjutan dan kecerdasan eksekusi GRC ini akan membentuk ketahanan jangka panjang yang memastikan perusahaan tetap relevan dan dipercaya oleh pasar global,” ujar Prof. Mardiasmo.

Sejalan dengan perspektif tersebut, InJourney Hospitality memandang GRC sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang agile, accountable, resilient, dan sustainable. Implementasi GRC diarahkan untuk memastikan setiap proses bisnis dan keputusan strategis mempertimbangkan aspek tata kelola, risiko, kepatuhan, serta keberlanjutan secara terintegrasi.

Perolehan tiga penghargaan dalam TOP GRC Awards 2026 sekaligus memperlihatkan sinergi antara fungsi pengawasan, kepemimpinan, sistem pengendalian, manajemen risiko, dan budaya kepatuhan dalam memperkuat fondasi perusahaan. Bagi InJourney Hospitality, penguatan fondasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ekosistem pariwisata nasional.

 

Pelindo Perluas Manfaat TJSL, dari Penyandang Disabilitas hingga Masyarakat di Wilayah 3T

0
  • Menurut Benny, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo agar program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dapat mendukung masyarakat untuk semakin mandiri.

Jakarta, 09 September 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperluas manfaat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui sejumlah inisiatif yang menyentuh kebutuhan berbeda di masyarakat, mulai dari dukungan bagi penyandang disabilitas, pendidikan dan kesehatan di wilayah 3T, hingga penguatan usaha UMKM di sekitar pelabuhan.

Di balik program-program tersebut, terdapat cerita dari para penerima manfaat dan relawan. Ada atlet difabel yang mendapatkan dukungan untuk kembali berlatih, pekerja Pelindo yang akan menuju berbagai daerah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, hingga pedagang yang kini memiliki sarana usaha yang lebih layak.

Salah satunya Chandra, penyandang tuna daksa yang juga merupakan atlet sepak bola dan pengemudi ojek daring. Aktivitasnya membutuhkan mobilitas tinggi, baik untuk bekerja maupun berlatih. Melalui program TJSL Pelindo, Chandra mendapatkan kaki prostetik yang diharapkan dapat mendukung aktivitasnya sehari-hari.

“Saya nggak mau berhenti main bola hanya karena kondisi saya. Dengan bantuan kaki ini, saya jadi punya semangat lagi untuk terus latihan dan beraktivitas,” ujar Chandra.

Chandra merupakan satu dari 25 penerima Program Pemberian Alat Bantu Disabilitas Pelindo. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa kursi roda, alat bantu dengar, kaki prostetik, serta alat bantu lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Program tersebut dirancang agar bantuan tidak diberikan secara seragam, melainkan berdasarkan kebutuhan spesifik penerima manfaat. Pelindo juga melakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan belum memperoleh bantuan serupa sebelumnya.

 

Relawan Pelindo Menuju Empat Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)

Pada bidang pendidikan dan kesehatan, sebanyak 20 pekerja Pelindo terpilih menjadi relawan Port Captain Inspirasi 2026. Mereka akan menjalankan kegiatan di Desa Gle Putoh – Aceh, Desa Sukahurip – Garut, Desa Riwo – Dompu dan Desa Rumah Tiga – Ambon.

Program tersebut mencakup kegiatan mengajar, pemeriksaan kesehatan dan gigi, penyaluran bantuan pendidikan, serta community engagement dan dukungan bagi sekolah. Melalui program ini, para pekerja Pelindo tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dan berinteraksi dengan masyarakat di lokasi kegiatan.

Desi, salah satu relawan Port Captain Inspirasi 2026, mengatakan keterlibatannya dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus memahami secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah tujuan.

“Kami ingin hadir menjawab berbagai kebutuhan yang mereka hadapi, mulai dari pendidikan, kesehatan, sampai kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas,” ujar Desi.

Gerobak Baru untuk Mendukung Usaha UMKM

Di bidang pemberdayaan ekonomi, Pelindo memberikan dukungan renovasi sarana usaha kepada 53 pelaku UMKM di wilayah sekitar pelabuhan. Gerobak yang menjadi tempat mereka menjalankan usaha diperbaiki agar lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas berjualan sehari-hari.

Salah satu penerima manfaat adalah Khalimi, penjual Bubur Charly di Rawa Badak Selatan. Selain gerobak, Khalimi mengaku turut mendapat pendampingan dari Pelindo dalam mengelola usahanya.

“Nggak cuma dikasih gerobak terus selesai, saya juga dibimbing gimana caranya jualan lebih rapi dan menarik pembeli. Jadi bukan cuma alatnya yang baru, tapi cara saya jualan juga ikut berkembang,” ujar Khalimi.

Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi mengatakan ketiga program tersebut dirancang dengan berangkat dari kebutuhan masyarakat sehingga bentuk dukungan yang diberikan dapat lebih relevan dengan kondisi masing-masing penerima manfaat.

“Setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, program TJSL Pelindo tidak kami rancang dengan satu pendekatan yang sama untuk semua. Ada yang membutuhkan alat bantu untuk meningkatkan mobilitas, ada yang membutuhkan sarana untuk menjalankan usaha, dan ada pula masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan,” ujar Benny.

Menurut Benny, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo agar program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dapat mendukung masyarakat untuk semakin mandiri.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi seberapa relevan bantuan tersebut dengan kebutuhan penerimanya. Kami ingin dukungan yang diberikan dapat membantu mereka menjalankan aktivitas, mengembangkan usaha, dan membuka kesempatan untuk tumbuh lebih baik,” pungkas Benny.

Merumatta Half Marathon Kembali Hadir, Peserta Diajak Nikmati Keindahan Alam Senggigi-Malimbu

0

Jakarta, 14 September 2026 – Merumatta Senggigi Lombok yang merupakan salah satu hotel di bawah naungan PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) kembali menyelenggarakan event Merumatta Half Marathon 2026 edisi ke-3, yang akan berlangsung pada 17-18 Oktober 2026.

General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrazi mengungkapkan, ajang Half Maraton ini kembali diselenggarakan melanjutkan kesuksesan edisi sebelumnya, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda olahraga dan pariwisata yang paling dinantikan di Nusa Tenggara Barat.

Merumatta Half Marathon 2026 menyuguhkan pengalaman lari di sepanjang pesisir Pantai Senggigi, memadukan panorama laut yang memesona dengan atmosfer tropis khas Lombok. Event ini dirancang sebagai wadah community gathering yang menghubungkan pelari profesional, komunitas lari, dan penggemar olahraga rekreasi dari berbagai daerah dan negara.

Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, Merumatta Half Marathon juga menjadi momentum untuk mempromosikan Senggigi sebagai destinasi wisata pantai unggulan di Lombok Barat.

Daya tarik tersebut kian lengkap dengan lintasan yang membentang dari garis pantai hingga pesona Bukit Malimbu yang menakjubkan. Di balik keindahan alamnya, para pelari juga akan diuji dengan kontur medan yang menanjak dan menurun, menghadirkan tantangan tersendiri.

Dengan target 1.500 peserta baik lokal maupun mancanegara, Merumatta Half Marathon diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mempromosikan kawasan Senggigi sebagai destinasi sport tourism unggulan.

Ajang ini menghadirkan empat kategori lomba, yaitu 2,5 km (kids dash), 5 km, 10 km, hingga 21 km, sehingga dapat diikuti oleh semua kalangan, tidak terbatas pada pelari profesional saja. Lebih dari sekadar perlombaan lari, acara ini juga menjadi panggung untuk memperkenalkan pesona alam Senggigi yang luar biasa kepada dunia.

“Event ini juga bertujuan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata, terutama kami ingin menghidupkan kembali Senggigi dan menjadikannya lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional,” ungkap Fahrurrazi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Sementara itu, Race director Merumatta Half Marathon Sri Agus Budi Santoso mengungkapkan, rangkaian acara akan mencakup kampanye peduli lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal, seperti melibatkan hotel-hotel dan UMKM setempat.

Secara keseluruhan, acara ini bertujuan tidak hanya untuk mempromosikan lomba lari, tetapi juga untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Lombok.

“Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman lari, tetapi juga pengalaman wisata yang tak terlupakan,” pungkas Agus.

BSI Genjot Digitalisasi Transaksi ke 5.000 Pedagang Pasar Beringharjo

0

Jakarta, 14 September 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BRIS) atau BSI melakukan sosialisasi terkait digitalisasi transaksi di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Setiap harinya, ada sekitar 5.000 pedagang yang menggerakkan aktivitas perdagangan di pasar yang berlokasi di pusat Yogyakarta tersebut.

Sosialisasi dilakukan BSI untuk mendorong pedagang pasar dan pelaku UMKM semakin adaptif, produktif, dan kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen.

“Beringharjo adalah ikon utama Yogyakarta. Jika Beringharjo bergerak, ekosistem ekonomi di sekitarnya ikut bergerak. Karena itu, kami ingin mengajak pedagang Beringharjo terus bertumbuh di era ekonomi digital,” ujar SEVP Digital Banking BSI, M. Misbahul Munir dikutip dari keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Sosialisasi dilakukan seiringan dengan Soft Launching BYOND Merchant by BSI. Melalui aplikasi itu, pedagang mendapatkan solusi digital untuk membantu mengelola transaksi usaha secara lebih mudah, cepat, aman, dan efisien dalam satu genggaman. Layanan ini diperkuat dengan ekosistem solusi merchant BSI, mulai dari QRIS BSI, Soundbox, hingga EDC.

Aplikasi BYOND Merchant by BSI juga telah tersedia untuk diunduh melalui Google Play Store, sehingga pelaku usaha dapat mengakses solusi transaksi secara lebih praktis sesuai kebutuhan bisnisnya.

Munir mengatakan, perubahan cara masyarakat bertransaksi tidak dapat dihindari. Wisatawan maupun masyarakat lokal kini semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.

“Perilaku pembeli terutama cara membayarnya berubah. Pedagangnya juga harus siap berubah. Jangan sampai wisatawan datang ke Beringharjo dengan smartphone di tangan, tetapi pedagang belum memiliki pilihan pembayaran digital yang mudah dan praktis,” tutur Munir.

Bagi BSI, kehadiran di Beringharjo bukan sekadar memperkenalkan solusi baru. Lebih jauh, langkah tersebut merupakan upaya untuk membawa digitalisasi lebih dekat kepada pelaku usaha dan membangun ekosistem keuangan yang dapat menemani perjalanan bisnis mereka dari transaksi harian hingga pengembangan usaha.

“Pedagang tidak hanya membutuhkan alat untuk menerima pembayaran. Mereka membutuhkan partner yang bisa menemani perjalanan bisnisnya. Mulai dari transaksi, mengelola keuangan, mendapatkan pembiayaan, sampai menyiapkan masa depan. Inilah yang ingin kami bangun di Beringharjo,” kata Munir.

BSI juga mengedukasi pedagang bahwa mengenai solusi Ekosistem Pasar bahwa transaksi dapat menjadi pintu masuk menuju ekosistem finansial yang lebih luas termasuk keberlangsungan usaha jangka panjang.

Ekosistem tersebut diperkuat dengan berbagai produk dan layanan finansial syariah, antara lain Tabungan Bisnis, Pembiayaan Mikro, Tabungan Haji, Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas.

Sebagai informasi, hingga Agustus 2026, BSI telah melayani lebih dari 604 ribu merchant QRIS terdaftar di seluruh Indonesia,   tumbuh 17 persen secara year on year (yoy). Sementara jumlah merchant aktif tumbuh 106 persen secara tahunan (yoy), dengan total transaksi mencapai lebih dari 90 juta transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp5,7 triliun.

Khusus di Yogyakarta, BSI telah melayani lebih dari 23 ribu merchant QRIS. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi pelaku usaha di Yogyakarta untuk memanfaatkan kanal digital dalam memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.

BNI Perluas Kolaborasi di Ekosistem Industri Kecantikan lewat Beyoutiful Symphony Festival 2026

0
  • Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BNI menghubungkan kebutuhan transaksi konsumen dengan layanan finansial yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun pengunjung festival.

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas kolaborasi dengan pelaku industri kecantikan melalui dukungan terhadap BNI Beyoutiful Symphony Festival (BSF) 2026 yang berlangsung di Main Atrium Senayan City, Jakarta, pada 11–13 September 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya BNI untuk semakin memahami kebutuhan pelaku usaha sekaligus menghadirkan solusi finansial yang mendukung aktivitas transaksi, pengembangan bisnis, dan digitalisasi di industri kecantikan.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, BNI BSF 2026 mengusung tema “Bring Nature To You” dengan menghadirkan lebih dari 35 dokter dan praktisi lintas disiplin. Festival tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai berbagai layanan kesehatan dan estetika, mulai dari bedah plastik, perawatan kulit, rambut, hingga prosedur medis lainnya.

Pendiri Beyoutiful Aesthetic, dr. Teuku Adifitrian atau dr. Tompi, mengatakan BNI BSF 2026 dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan estetika berbasis keilmuan sekaligus mempertemukan berbagai pelaku dalam industri kecantikan.

“Intinya kami ingin masyarakat mendapat informasi yang aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu, sekaligus membangun ekosistem beauty secara lebih holistik,” ujar Tompi.

Tompi juga mengapresiasi dukungan BNI terhadap pengembangan BSF dan ekosistem Beyoutiful. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan.

“BNI melihat potensi acara ini dan ekosistemnya untuk terus berkembang. Kami senang bisa mengembangkan kolaborasi ini secara serius bersama BNI,” kata Tompi.

Komisaris BNI Vera Febyanthy menilai perkembangan industri kecantikan juga mencerminkan perubahan cara masyarakat memandang kesehatan, perawatan diri, dan kepercayaan diri.

“Menurut saya, beautiful bagi perempuan masa kini bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat, tetapi juga tentang bagaimana kita merasa dan membawa diri,” ujar Vera.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar mengatakan BNI hadir sebagai mitra finansial yang dapat mendukung pelaku usaha kecantikan dalam berbagai tahap pengembangan bisnis, mulai dari kebutuhan transaksi hingga ekspansi dan digitalisasi.

“Kami ingin menjadi mitra yang memahami kebutuhan bisnis dan menyediakan solusi yang relevan, sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Alexandra.

Kolaborasi BNI dan Beyoutiful juga diwujudkan melalui sejumlah program selama penyelenggaraan BNI BSF 2026. Pengunjung dapat memperoleh diskon hingga 20% untuk sejumlah prosedur dan perawatan dermatologi dengan menggunakan kartu debit dan kartu kredit BNI tertentu serta QRIS wondr by BNI, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

BNI turut menghadirkan program Buy 1 Get 2 L’Essential Lip Serum LYPÉ&CO. untuk transaksi menggunakan QRIS wondr by BNI. Pemegang Kartu Kredit BNI juga dapat memanfaatkan cicilan 0% hingga 12 bulan serta diskon hingga 50% menggunakan BNI Rewards Point.

Selain itu, tersedia program bagi nasabah yang bergabung menjadi BNI Emerald, membuka rekening melalui wondr by BNI, maupun mengajukan Kartu Kredit BNI selama periode festival, dengan berbagai reward sesuai ketentuan masing-masing program.

Kehadiran berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BNI menghubungkan kebutuhan transaksi konsumen dengan layanan finansial yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun pengunjung festival.

Selain Meet the Doctors, BNI BSF 2026 menghadirkan pembahasan berbagai topik, antara lain rhinoplasty, breast augmentation, facelift, body contouring, dermatologi, hair transplant, manajemen berat badan, hingga hyperbaric oxygen therapy.

Festival ini juga memperkenalkan sejumlah inovasi dan layanan, antara lain Malka Body Compression, GEUT Acne Series, Lype & Co Lip Serum by dr. Dita, serta lokasi baru Melasma Clinic by dr. Tompi.

Melalui dukungan terhadap BNI BSF 2026, BNI berharap kolaborasi dengan Beyoutiful dapat terus berkembang, tidak hanya melalui penyelenggaraan festival, tetapi juga melalui peluang kerja sama yang mendukung kebutuhan transaksi, digitalisasi, dan pengembangan usaha di industri kecantikan. (*)

Penyaluran SPHP Jagung Oleh Perum Bulog Capai 66,05 Persen

0

Jakarta, 14 September 2026 – Perum BULOG akan terus menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung kepada para peternak. Dari target penyaluran SPHP Jagung tahun 2026 sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi telah mencapai 159.318.150 kilogram atau 159,3 ribu ton, setara 66,05 persen dari target.

Capaian tersebut menunjukkan SPHP Jagung terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan peternak. Dengan realisasi harian tercatat sebesar 259.650 kilogram, masih terdapat sekitar 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton dari target program yang terus didorong penyelesaiannya.

Pelaksanaan SPHP Jagung tahun 2026 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.

Perum Bulog berkomitmen terus menyalurkan SPHP Jagung untuk pakan ternak. [Dok Perum Bulog].
Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, pemerintah kembali memperkuat dukungan kepada sektor peternakan melalui kebijakan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150.000 ton sampai Desember 2026. Kebijakan tersebut menjadi salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar pada 7 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan. Risalah Rakortas menyebutkan tambahan penyaluran diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak skala menengah/UMKM, terutama dalam mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan, realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak.

“Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan,” ujar Ahmad Rizal di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Rizal, penguatan SPHP Jagung memiliki arti penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam kegiatan usaha peternakan.

\Karena itu, ketersediaan jagung pakan dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

BULOG akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dengan penguatan penyaluran SPHP jagung hingga akhir tahun, BULOG berkomitmen menjalankan amanah pemerintah dalam menjaga ketersediaan jagung pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternak sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

90 Persen Bos BUMN Diisi Talenta Internal Perusahaan Mulai 2028

0

Jakarta, 14 September 2026 – Mayoritas pemimpin di badan usaha milik negara (BUMN) akan diisi talenta internal pada 2028-2029 mendatang. Hal ini jadi target Kepala Badan Pengaturan BUMN/Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.

Dony mengatakan, BP BUMN bersama Danantara Indonesia memperkuat pengelolaan talenta yang terintegrasi di seluruh ekosistem BUMN. Langkah itu yang diharapkan mampu menghasilkan pemimpin BUMN dari talenta-talenta internal.

“Impian saya adalah pada 2028 atau 2029, setidaknya 90 persen CEO dan direktur berasal dari internal,” kata Dony mengutip akun Instagram @bumn_id, Senin (14/9/2026).

Ia menekankan Danantara dan BP BUMN punya sarana memperkuat sumber daya manusia (SDM) perusahaan pelat merah. Formula itu yang akan diterapkan di setiap perusahaan.

“Jadi poin saya adalah ketika anda menjadi GM di setiap perusahaan BUMN, Anda memiliki standar yang sama,” katanya.

Semangat One Danantara menjadi landasan untuk menghadirkan sistem SDM BUMN yang selaras, adil, dan profesional, termasuk melalui penerapan single grading system.

Hal ini dibahas Dony bersama konsultan internasional Accenture dan WTW mengenai penguatan sistem pengelolaan talenta yang konsisten di seluruh ekosistem BUMN.

BP BUMN dan Danantara Indonesia memiliki aspirasi agar pada 2029, sebanyak 90 persen posisi pimpinan puncak BUMN dapat diisi oleh talenta BUMN. Sekaligus memperkuat sistem pengembangan talenta dan kepemimpinan yang profesional, berbasis kompetensi, dan berkelanjutan.

Malaysia Jadi Pasar Terbesar Whoosh, Tembus 403 Ribu Penumpang

0

Jakarta, 14 September 2026 – Wisatawan asal Malaysia menjadi pasar warga negara asing terbesar bagi Kereta Cepat Whoosh. Sejak Whoosh beroperasi hingga Agustus 2026, KCIC mencatat sebanyak 403.626 penumpang asal Malaysia telah menggunakan layanan kereta cepat tersebut.

Jumlah tersebut mencapai 42,8 persen dari total 944.087 penumpang warga negara asing yang menggunakan Kereta Cepat Whoosh sejak layanan beroperasi pada Oktober 2023.

Tren tersebut masih berlanjut pada 2026. Sepanjang Januari hingga Agustus, KCIC melayani 105.095 penumpang asal Malaysia atau sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang warga negara asing pada periode yang sama.

Minat wisatawan Malaysia juga terlihat dari penjualan tiket pada awal September 2026. Sebanyak 2.300 tiket dibeli wisatawan Malaysia, dengan rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tingginya minat wisatawan Malaysia menunjukkan Whoosh telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka selama berada di Indonesia.

“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta–Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Untuk memperkuat pasar tersebut, KCIC membuka peluang kolaborasi dengan biro perjalanan di Malaysia serta biro perjalanan di Jakarta dan Bandung. Kerja sama diarahkan untuk menghadirkan paket wisata yang mengintegrasikan perjalanan menggunakan Whoosh dengan destinasi wisata, akomodasi, dan layanan pendukung lainnya.

KCIC juga melakukan promosi langsung di Malaysia melalui keikutsertaan dalam MATTA Fair di Kuala Lumpur dan pelaksanaan sales mission di Penang. Dalam kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, cara pembelian tiket, konektivitas Jakarta–Bandung, serta peluang pengembangan paket perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.

Berdasarkan interaksi tim KCIC selama kegiatan di Malaysia, wisatawan yang tertarik menggunakan Whoosh didominasi solo traveler, keluarga, dan kelompok kecil. Sebagian lainnya memilih perjalanan menggunakan paket wisata.

“Mereka pada umumnya menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, atau sebaliknya, dalam perjalanan sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam,” ujar Eva.

Di Bandung, sambung Eva, wisatawan Malaysia banyak memilih wisata kuliner, sedangkan di Jakarta mereka menikmati wisata urban dan berbelanja. Sejumlah wisatawan juga mengunjungi destinasi alam di Jawa Barat, seperti Lembang dan Ciwidey.

Bagi sebagian wisatawan, Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan ketika berkunjung ke Indonesia.

“Banyak wisatawan Malaysia mengetahui Whoosh melalui TikTok dan berbagai sosial media sosial lainnya. Mereka menilai harga perjalanan menggunakan Whoosh kompetitif, serta memberikan apresiasi terhadap kenyamanan, keramahan, serta kesigapan petugas di stasiun maupun di dalam kereta,” ucap Eva.

Sementara itu, sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show karena mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan penerbangan dan kondisi lalu lintas dari bandara.

KCIC terus memperkuat edukasi mengenai pembelian tiket dan mendorong wisatawan merencanakan perjalanan melalui kanal resmi, mulai dari aplikasi Whoosh, website ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

“KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Kereta cepat Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tutup Eva.

Ingin Gaji dan Jabatan Lebih Tinggi? Cek Manfaat Kuliah S2

0

Jakarta, 14 September 2026 – Memiliki karir cemerlang menjadi impian hampir semua orang. Namun, saat ini masih sedikit orang yang berniat untuk lanjut studi ke jenjang S2 untuk mengambil gelar master. Padahal, ada banyak keuntungan yang diperoleh untuk mendapatkan jenjang karir yang makin baik.

Persaingan karier semakin ketat berkat jumlah tenaga kerja yang membludak dan pergolakan ekonomi global. Akhirnya, banyak perusahaan di Indonesia yang cukup selektif soal memilih kandidat terbaik.

Mengutip situs Telkom University, ada 5 manfaat yang bisa kamu rasakan dengan melanjutkan studi ke jenjang magister.

1. Kuliah S2 Bisa Tingkatkan Kesempatan Karier

Beberapa perusahaan lebih menyukai kandidat dengan background pendidikan yang lebih tinggi, yaitu yang bergelar magister. Menurut mereka, lulusan pascasarjana memiliki ilmu yang lebih dalam dari lulusan sarjana.

Jika mengambil S2, bukan tidak mungkin akan mengalami peningkatan pada karier. Bisa saja direkrut untuk jabatan tinggi atau mungkin mendapat promosi dari perusahaan.

2. Mendapatkan Penawaran Gaji yang Lebih Tinggi

Gaji tinggi sudah jadi harapan seluruh pekerja yang ada di dunia. Namun, untuk mendapatkan penawaran yang tinggi jelas harus ada hal yang bisa diberikan. Harus ada sesuatu yang bisa meningkatkan value sebagai pekerja, salah satunya adalah ilmu yang dimiliki. Bukan ilmu dasar, tetapi ilmu yang dalam yang bisa didapatkan melalui studi pascasarjana.

3. Memperluas dan Memperdalam Wawasan Praktik

S2 akan memberikan kamu pengetahuan yang lebih dalam, kompleks, serta praktikal. Sehingga, nantinya bukan hanya dapat mengembangkan ide dengan lebih baik, melainkan juga menjadi seseorang yang mencetuskannya.

4. Lebih Percaya Diri di Dunia Profesional

Manfaat lainnya dari melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana adalah dapat tampil lebih percaya diri di dunia profesional. Ini bukan soal gengsi karena gelar, melainkan berkat ilmu yang dimiliki sudah lebih dalam, yang mana ini bisa membuat kamu dipandang baik di dunia profesional.

5. Jadi Kesempatan Mendalami Passion Baru

Apakah merasa salah ambil jurusan waktu S1? Jika iya, maka pascasarjana akan jadi kesempatan untuk mengambil jurusan yang sesuai dengan passion. Sebab banyak jurusan S2 yang tidak mengharuskan kamu memiliki gelar sarjana yang selinier.