Home Blog Page 14

WKI Sabet Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

0
  • Manajemen risiko digunakan untuk memperkuat seleksi proyek, pengendalian kontrak, pemantauan arus kas, serta mitigasi risiko kecurangan.

Jakarta, 10 September 2026 – PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) dan Plt. Direktur Utama WKI, Bambang Dwi Wijayanto, meraih dua penghargaan pada ajang TOP GRC Awards 2026. WKI memperoleh predikat TOP GRC Awards 2026 – 4 Stars , sedangkan Bambang menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026.

Ajang yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness pada 9 September 2026 di Hotel Raffles Jakarta tersebut mengusung tema ” Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC” dan dihadiri oleh pimpinan Perusahaan, dewan juri, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri.

Predikat 4 Stars yang diterima WKI menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, WKI meraih predikat 3 Stars. Peningkatan ini mencerminkan upaya perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan ( Governance, Risk, and Compliance /GRC).

“Bagi kami, GRC bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi. GRC kami integrasikan ke dalam setiap pengambilan keputusan bisnis, mulai dari tingkat strategis hingga operasional, agar pertumbuhan Perusahaan tetap sehat, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Bambang.

Di WKI, penerapan GRC antara lain diwujudkan melalui review tender berbasis risiko, Komite Manajemen Risiko, Komite Investasi dan Divestasi, sentralisasi pembayaran, serta integrasi indikator risiko dengan indikator kinerja utama (KPI). Mekanisme tersebut membantu manajemen mengidentifikasi risiko sejak tahap perencanaan, menetapkan mitigasi, dan memantau pelaksanaannya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur, WKI menghadapi risiko kontrak, pendanaan, operasional, dan kepatuhan. Karena itu, manajemen risiko digunakan untuk memperkuat seleksi proyek, pengendalian kontrak, pemantauan arus kas, serta mitigasi risiko kecurangan.

“Manajemen risiko tidak secara langsung menghasilkan pendapatan. Kontribusinya adalah membantu memastikan pendapatan diperoleh dari keputusan dan proyek yang lebih sehat, dengan risiko yang dapat diterima, margin yang dijaga, dan arus kas yang dikendalikan. Ukuran keberhasilan kami bukan banyaknya risiko yang dicatat, melainkan kualitas keputusan dan nilai Perusahaan yang dapat dilindungi,” kata Bambang.

Penguatan GRC tersebut sejalan dengan visi WKI untuk menjadi Mitra Tepercaya di Bidang Sarana Infrastruktur dan Energi Baru Terbarukan yang Berkelanjutan. Penerapan GRC yang konsisten diharapkan memperkuat kredibilitas WKI dan menjaga kepercayaan mitra strategis di tengah dinamika industri infrastruktur dan energi baru terbarukan.

“Penghargaan ini menjadi umpan balik bagi kami untuk terus meningkatkan kematangan GRC dan memastikan penerapannya memberi dampak nyata terhadap kualitas keputusan serta keberlanjutan perusahaan,” ujar Bambang.

Pulihkan Pascabencana NTT, Pertagas Salurkan 120 Paket Bahan Pangan dan Hygiene Kit

0
  • Pertagas terus memastikan keandalan operasi di seluruh Indonesia termasuk di wilayah rawan bencana untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Jakarta, 10 September 2026 – Sebagai komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Pertamina Gas (Pertagas) menyalurkan 120 paket bantuan berupa bahan pangan, hygiene kit dan uang tunai.

Paket bahan pangan sebanyak 60 paket terdiri beras, minyak goreng, gula, teh mie, tepung terigu, kopi, telur dan kecap, sedangkan 60 paket hygiene kit terdiri sabun mandi, shampo, sikat gigi, sabun cuci pakaian dan sabun pencuci piring.

Bantuan senilai Rp 55,7 juta ini disalurkan melalui Drop Point Pertamina Group, Koramil 03/Reo, Kabupaten Manggarai, NTT pada 27 Agustus 2026.

Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan Program Tanggap Kebencanaan dan Bantuan Sosial Kemasyarakatan yang dijalankan Pertagas sebagai bagian Subholding Gas Pertamina.

“Pertagas berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur,” ujar Sulthani.

Pertagas, imbuh Sulthani, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat.

Pertagas juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI dan Polri serta stakeholder terkait dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.

“Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik dengan seluruh stakeholder sehingga Pertagas Peduli bisa bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang mendapat musibah,” tandas Sulthani.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas terus memastikan keandalan operasi di seluruh Indonesia termasuk di wilayah rawan bencana untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Konsolidasi BUMN Karya Masih Dibahas, Bagaimana Nasib WTON?

0

Jakarta, 10 September 2026 – Danantara Indonesia masih merancang skema konsolidasi terhadap BUMN di sektor karya.

Konsolidasi itu akan melibatkan tujuh BUMN karya, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk

PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), danPT Nindya Karya (Persero).

Dalam prosesnya, anak usaha akan terdampak, karena ada skema merger, divestasi, hingga likuidasi.

Terkait hal itu, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) selaku anak usaha WIKA menyatakan pembahasan mengenai konsolidasi BUMN karya masih dibahas oleh pemegang saham.

“Jadi proses streamlining ini masih diproses dengan Danantara dan perusahaan kita, holding. Jadi prinsipnya kami adalah perusahaan tbk (terbuka). Saat ini masih menunggu kajian dan evaluasi dari Danantara dan holding kami,” kata Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WIKA dalam konferensi pers Public Expose (Pubex) Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Hingga saat ini, WTON belum mengantongi keputusan terkait posisi perusahaan setelah WIKA menyelesaikan konsolidasi dengan BUMN karya lainnya.

Namun, Syailendra memastikan WTON tetap menaati aturan yang berlaku sebagai perusahaan terbuka (tbk), dan menerapkan prinsip tata kelola perusaaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

“Kita menyikapinya sebagai perusahaan tbk adalah bagaimana ketika terjadi streamlining ini, jadi kita tetap ada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan GCG yang harus kita jalankan,” kata dia.

Sebagai informasi, pada semester I-2026, WTON membukukan laba bersih sebesar Rp4,74 miliar pada. Capaian itu menunjukkan pertumbuhan 9,14 persen secara year on year (yoy).

WTON berhasil mengantongi pendapatan usaha Rp1,48 triliun yang mendukung capaian laba tersebut. Efisiensi operasional juga dilakukan dengan implementasi sistem digital berbasis Enterprise Resource Planning (ERP), serta divestasi aset nonproduktif.

Pendapatan usaha WTON masih ditopang oleh segmen produk putar yang menyumbang capaian 47,91 persen. Kemudian, segmen produk non-putar berkontribusi sebesar 34,44 persen, diikuti oleh segmen konstruksi sebesar 13,27 persen, dan segmen jasa sebesar 4,37 persen.

Di semester II-2026, perusahaan menyatakan komitmennya untuk fokus memperkuat penerapan tata kelola berkelanjutan dan efisiensi rantai pasok untuk memperkuat bisnis sebagai penyediaan material beton pracetak serta layanan konstruksi pada berbagai proyek infrastruktur nasional dan regional Asia.

6.050 SPBU Pertamina Sudah Salurkan B50

0

Jakarta, 10 September 2026 – PT Pertamina Patra Niaga mencatat sebanyak 6.050 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis B50. Jumlah itu setara dengan 94 persen dari total SPBU perusahaan.

B50 merupakan bahan bakar yang menggunakan campuran 50 persen fatty acid methyl ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen solar.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, implementasi B50 terus diperluas sejak program tersebut mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.

“Sudah 94 persen atau sebanyak 6.050 SPBU yang sudah menyalurkan B50,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, sisanya sebanyak 362 SPBU masih menyalurkan biodiesel B40. Mars Ega menyebut proses peralihan ke B50 masih berlangsung, terutama pada SPBU yang berada di wilayah dengan tantangan distribusi.

“Masih terdapat 362 SPBU yang mendistribusikan B40. Ini karena faktor handling dan distribusi, khususnya ini sebagian besar ada di wilayah-wilayah yang remote area,” ucapnya.

Secara nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penyaluran B50 sejak diluncurkan hingga 7 September 2026 telah mencapai 3,4 juta kiloliter (KL).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, angka tersebut merupakan bagian dari total penyaluran biodiesel B40 dan B50 sepanjang 2026 yang telah mencapai 10,69 juta KL.

“Dan mulai Juli itu sudah B50, ini sekitar 3,4 juta KL sampai dengan 7 September,” kata Eniya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan baku biodiesel berupa FAME untuk mendukung kebutuhan program B50 hingga akhir tahun. Ketersediaan FAME diperkirakan berada di kisaran 16,8 juta KL hingga 18 juta KL.

Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp1,91 Triliun pada Semester I 2026

0

Jakarta, 10 September 2026 – PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan kinerja positif pada semester I 2026. Tercatat, laba bersih yang distribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 2 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja positif tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha Jasa Marga yang mencapai Rp10,31 triliun atau tumbuh 7,6 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun, yang meningkat 6,8 persen yoy. Sementara pendapatan usaha lainnya mencapai Rp798,2 miliar atau melonjak 17,6 persen yoy.

Pendapatan yang tumbuh tersebut turut mendorong peningkatan EBITDA Jasa Marga sebesar 8,1 persen yoy menjadi Rp6,99 triliun. Sehingga, EBITDA margin perseroan tetap terjaga pada level 67,8 persen.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan kondisi fundamental dan keuangan yang sehat memberikan ruang bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan bisnis secara prudent sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru.

“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset, sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujar Rivan dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Selain kinerja pendapatan dan laba, Jasa Marga juga menjaga profil risiko utangnya. Gearing ratio perseroan tercatat pada level 1,2 kali, sedangkan Interest Coverage Ratio (ICR) meningkat menjadi 3,9 kali.

Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas perseroan dalam memenuhi kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk melanjutkan investasi strategis dan pengembangan bisnis.

Hingga 30 Juni 2026, Jasa Marga memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.294 kilometer jalan tol telah dioperasikan, atau merepresentasikan sekitar 42 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Besarnya jaringan tersebut menjadi salah satu basis Jasa Marga dalam mengembangkan bisnis. Perseroan tidak hanya mengandalkan pendapatan dari pengoperasian jalan tol, tetapi juga berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi di sepanjang koridor yang dilalui jaringan tersebut.

“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” ujar Rivan.

Salah satu pengembangan ekosistem tersebut dilakukan melalui transformasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area menjadi Travoy Rest. Jasa Marga melihat rest area tidak hanya sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang bagi aktivitas ekonomi, termasuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan produk lokal.

Perseroan juga mengembangkan sejumlah lini bisnis di luar bisnis utama, seperti building management, advertising dan utilitas, serta pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dan Toll Corridor Development (TCD).

“Kami melihat setiap bagian dari koridor jalan tol memiliki potensi untuk menciptakan nilai. Rest area, misalnya, tidak hanya kami lihat sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang yang dapat mempertemukan kebutuhan pengguna dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pendekatan seperti ini yang terus kami kembangkan dalam membangun ekosistem jalan tol,” tutur Rivan.

Pengembangan ekosistem tersebut turut didukung pemanfaatan teknologi. Jasa Marga mengoperasikan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat integrasi pengelolaan informasi lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time. Sementara aplikasi Travoy digunakan untuk merangkum berbagai kebutuhan perjalanan pengguna dalam satu platform digital.

“Teknologi kami tempatkan sebagai enabler untuk membuat operasional semakin efektif, pengelolaan aset semakin akurat, dan layanan kepada pengguna semakin terintegrasi. Sedangkan di balik modernisasi teknologi operasional, Jasa Marga turut memperkuat fondasi internal lewat transformasi budaya kerja (infraculture) berbasis nilai budaya ‘JSMR MOVE’. Didukung analitik data SDM terpadu (HC Analytics), Perseroan mencetak talenta unggul yang lincah dan adaptif dalam menjawab dinamika industri infrastruktur masa depan,” katanya.

Memasuki Semester II 2026, Jasa Marga berkomitmen menjaga keseimbangan antara pengembangan konektivitas infrastruktur dan ketahanan neraca keuangan. Perseroan akan menerapkan disiplin alokasi modal (CapEx discipline), menjaga stabilitas arus kas, serta memanfaatkan teknologi dalam operasional dan pengelolaan bisnis.

Ke depan, sambung Rivan, pihaknya ingin memastikan setiap investasi dan pengembangan yang dilakukan Jasa Marga memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas.

“Kami juga ingin memastikan Jasa Marga tetap menjadi pilihan investasi yang tepercaya bagi pasar modal, serta setiap value creation dari aktivitas bisnis Perseroan dapat menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pengguna jalan, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” tutup Rivan.

Sempat Ditutup Imbas Abu Vulkanik, Bandara Soekarno-Hatta Sudah Layani Ribuan Penerbangan

0

Jakarta, 10 September 2026 — Bandara Soekarno-Hatta sudah melayani ribuan penerbangan pesawat setelah resmi dibuka kembali sejak Selasa (8/9/2026). Hal ini menunjukkan pemulihan bertahap setelah sempat ditutup imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mencatat ada 875 penerbangan pada 8 September 2026 atau sehari setelah operasional kembali dibuka. Sebanyak 436 penerbangan merupakan keberangkatan dan 439 penerbangan kedatangan, yang mencakup rute domestik dan internasional.

Kemudian, pada Rabu (9/9/2026), aktivitas penerbangan di bandara kelolaan PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports itu kembali meningkat. Sebanyak 966 penerbangan dijadwalkan beroperasi dengan estimasi 131.495 penumpang. Rinciannya, 722 penerbangan domestik dan 244 penerbangan internasional.

“Bandar udara yang sebelumnya terdampak telah kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026) dan sejak saat itu operasional penerbangan berjalan dengan normal sampai hari ini. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Selain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat, Bandara Budiarto Curug, Banten dan Bandara Pondok Cabe, Banten juga sudah beroperasi kembali. Selanjutnya, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dan Bandara Radin Inten II di Lampung serta Bandara Atung Bungsu di Sumatera Selatan juga beroperasi.

Dudy mengatakan pembukaan kembali bandara dilakukan dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Kementerian Perhubungan juga meminta masyarakat mengikuti informasi terbaru yang dikeluarkan pemerintah, pengelola bandara, dan maskapai.

“Kami memastikan operasional penerbangan terus berjalan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di lapangan. Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, bandar udara, dan maskapai penerbangan,” tutur Dudy.

Meskipun penerbangan telah kembali berjalan, Kementerian Perhubungan masih memantau kondisi ruang udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kelancaran penerbangan.

Bandara Soekarno-Hatta mulai layani ratusan penerbangan per hari setelah sempat ditutup karena terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9/2026). (Dok: Kemenhub)

Pemantauan dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan informasi PVMBG, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB dan saat ini berada pada Status Level III atau Siaga.

Namun, berdasarkan pemantauan BMKG, hingga saat ini belum terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut.

Brantas Abipraya Perkuat Kualitas SDM lewat Program Sertifikasi Kompetensi

0

Jakarta, 10 September 2026 – PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Program tersebut memberikan akses sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Insan Abipraya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan mahasiswi serta mitra Brantas Abipraya untuk meningkatkan kompetensi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.

Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya, Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi tidak semata-mata menjadi upaya memperoleh pengakuan formal, tetapi merupakan bagian dari investasi perusahaan dalam membangun kualitas Human Capital.

Antusiasme terhadap program ini pun sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi.

“Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” ujar Purnomo dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, perkembangan industri konstruksi yang dinamis menuntut perusahaan dan insan di dalamnya untuk terus meningkatkan kemampuan.

Perubahan teknologi, digitalisasi, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi membuat kompetensi menjadi faktor penting dalam menghadapi perubahan industri.

“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” ucapnya.

Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)

Sertifikasi MSDM ini membekali peserta dengan kompetensi yang relevan dengan pengelolaan sumber daya manusia, antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan SOP, remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, hingga pembelajaran dan pengembangan SDM
.
Purnomo menegaskan, penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan transformasi peran Human Capital yang kini tidak lagi terbatas pada fungsi administratif, tetapi berkembang sebagai strategic partner yang berperan memastikan kesiapan sumber daya, kompetensi, organisasi, dan sistem dalam mendukung arah strategis perusahaan.

“Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” jelasnya.

Pemberian sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta ini diharapkan bisa menghadirkan manfaat yang lebih luas. Sebab, pengembangan kompetensi tersebut tidak hanya memberikan nilai bagi individu, tetapi juga berpotensi memperkuat kualitas ekosistem yang mendukung industri konstruksi.

Langkah ini sekaligus memperkuat budaya learning dan continuous improvement di lingkungan Brantas Abipraya. Perusahaan mendorong semakin banyak insan memiliki kompetensi yang diakui, baik melalui pengembangan internal maupun sertifikasi profesional.

“Melalui program ini, Brantas Abipraya berharap peserta tidak menjadikan pelatihan dan sertifikasi sebagai formalitas, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya,” pungkas Purnomo.

Bulog Siapkan 75.000 Ton Beras Premium per Bulan buat Ritel Modern

0

Jakarta, 10 September 2026 – Perum Bulog menyiapkan pasokan beras premium hingga 75.000 ton per bulan yang disalurkan melalui sejumlah jaringan ritel modern did berbagai kota di Indonesia.

Alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog memperluas distribusi beras premium agar lebih mudah diakses masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran melalui ritel modern dilakukan untuk mendekatkan produk beras Bulog kepada konsumen.

“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Distribusi beras premium Bulog saat ini telah menjangkau sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, dan Kupang.

Salah satu jenis beras premium Bulog yang dipasarkan melalui ritel modern. (dok. Perum Bulog)

Beras premium tersebut disalurkan melalui jaringan ritel PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya, PT Inti Cakrawala Citr, PT Sumber Aleria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia, dan PT Hero Retail Nusantara.

Menurut Rizal, ritel modern menjadi salah satu kanal distribusi yang penting untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Selain memperluas akses konsumen, penguatan pasokan beras melalui ritel modern juga menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga keseimbangan pasokan di pasar.

Perusahaan juga terus memantau perkembangan stok, distribusi, dan kebutuhan di berbagai wilayah agar ketersediaan beras tetap terjaga.

“Bulog akan terus memastikan beras tersedia di berbagai kanal perdagangan. Kehadiran kami di ritel modern merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan pilihan dan akses pangan yang semakin luas kepada masyarakat,” pungkas Rizal.

Adhi Karya Bakal Divestasi 3 Anak Usaha dan Lepas Bisnis Jalan Tol

0

Jakarta, 10 September 2026 – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan melakukan divestasi tiga anak usahanya sebagai bagian dari penataan bisnis atau streamlining.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko ADHI, Rozi Sparta dalam Public Expose (Pubex) Live 2026, Rabu (9/9/2026).

“Harapannya di tahun 2026 ini beberapa dari perusahaan afiliasi kita lakukan streamlining dalam bentuk divestasi,” tutur Rozi.

Agenda utama streamlining itu menyasar anak-anak usaha ADHI yang tidak sesuai dengan inti bisnis atau core bisnis perusahaan, yakni sebagai kontraktor.

Misalnya seperti bisnis jalan tol, hotel, penyediaan air, energi, dan sebagainya.

“Jadi memang yang tidak inline dengan core kompetensi, apapun bentuknya, baik itu air, energi, maupun jalan tol,” tutur Rozi.

Dalam ekosistemnya, Adhi Karya memiliki 18 entitas. Rinciannya, 7 anak usaha langsung, 10 perusahaan afiliasi, dan 1 cucu usaha (anak usaha PT Adhi Commuter Properti Tbk atau ADCP).

Divestasi diawali dengan menjual saham perusahaan di enam portofolio jalan tol utama, yaitu Jasamarga Jogja Solo, Jasamarga Jogja Bawen, Jasamarga Akses Patimban, PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) selaku operator tol Bogor-serpong, Jakarta Metro Express yang merupakan salah satu portofolio di JORR Elevated, serta Jasamarga Bali Tol.

Pada Jasamarga Solo Joga, ADHI mengantongi 47,18 persen saham. Kemudian, 25,5 persen pada Jasamarga Jogja Bawen, 7,22 persen pada entitas Jasamarga Akses Patimban, 12 persen pada BSIS, 4,81 persen untuk Jakarta Metro Expressway, dan 0,79 persen untuk Jasamarga Bali Tol.

Proses streamlining ini akan dilaksanakan perusahaan tanpa mengecualikan satu pun bisnis yang bergerak di luar sektor inti.

Pupuk Indonesia Jajaki Pengembangan Fasilitas Amonia-Urea di Rusia

0

Jakarta, 10 September 2026 – PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki peluang kerjasama strategis terkait pengembangan fasilitas produksi amonia dan urea berskala global di Rusia.

Penjajakan ini dilakukan saat pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada awal September kemarin (3/9/2026).

Di mana, Pemerintah dalam kesempatan tersebut turut membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, hingga investasi dan perkapalan.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan, salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut yakni penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok, Rusia.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya, (3/9/2026).

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ujar Rosan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengungkapkan, penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut, sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global.

Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ungkap Rahmad Pribadi.